NGANJUK , JP Radar Nganjuk Belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial terkait kasus viral I Nyoman Sukena, warga Bali yang ditangkap usai kedapatan sedang menggembalakan landak jawa, hewan yang dilindungi undang-undang.
Kasus ini menyedot perhatian publik, apalagi setelah video Nyoman menangis saat meninggalkan sidang tersebar luas.
Dalam video tersebut, Nyoman terlihat mengenakan kemeja putih dan rompi penjara, dengan kedua tangan diborgol, berjalan bersama petugas polisi sambil menangis sedih.
Nyoman, pria berusia 38 tahun, mengaku tidak mengetahui landak jawa masuk dalam daftar satwa yang dilindungi.
Landak itu ditemukan mertuanya saat masih bayi dan Nyoman hanya berniat merawatnya.
Namun niat baiknya justru berujung pada tuduhan pelanggaran Pasal 21 ayat (2) huruf A juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Berdasarkan undang-undang tersebut, perbuatan Nyoman dianggap melanggar hukum karena memelihara hewan yang dilindungi tanpa izin.
Ia kini terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.
Viral kasus Nyoman Sukena bikin informasi seputar landak jawa banyak dicari netizen. Simak yuk serba-serbi landak Jawa:
1. Nama Latin Landak Jawa
Landak jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang mempunyai daya tarik tersendiri.
Dengan duri yang tajam dan kebiasaan hidup yang unik, hewan pengerat berukuran besar ini berhasil bertahan meski terancam perburuan dan perusakan habitat.
Di bawah ini banyak fakta menarik tentang landak jawa yang hanya sedikit orang yang tahu.
2. Ciri Fisik Unik Landak Jawa
Salah satu ciri yang menonjol dari landak jawa adalah durinya yang tajam dan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator.
Paku-paku ini menutupi sebagian besar tubuhnya, menciptakan penampilan yang garang.
Dengan ukuran tubuh mencapai 60 hingga 90 cm (belum termasuk ekor), landak jawa merupakan salah satu hewan pengerat terbesar di Indonesia.
Warna bulunya biasanya berkisar dari coklat tua hingga abu-abu, dengan ujung putih pada durinya.
3. Habitat dan Perilaku Landak Jawa
Sebagai hewan nokturnal, landak jawa paling aktif pada malam hari.
Mereka mendiami berbagai habitat, mulai dari hutan dan perkebunan hingga padang rumput dan semak belukar.
Sebagai omnivora sejati, landak jawa memakan berbagai macam makanan seperti akar, batang, daun, buah, serangga dan hewan kecil lainnya.
Untuk berlindung dan berkembang biak, mereka menggali lubang sarang yang dalam di tanah.
4. Status Konservasi dan Ancaman
Meskipun landak jawa tidak termasuk dalam daftar hewan terancam punah, namun jumlahnya telah menurun secara signifikan di beberapa daerah karena perburuan untuk diambil bulu dan dagingnya serta rusaknya habitatnya.
Upaya konservasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup hewan ini, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menegakkan undang-undang anti perburuan liar.
5. Upaya Pelestarian Landak Jawa
Meskipun landak jawa tidak termasuk dalam daftar hewan terancam punah, namun jumlahnya telah menurun secara signifikan di beberapa daerah karena perburuan untuk diambil bulu dan dagingnya serta rusaknya habitatnya.
Upaya konservasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup hewan ini, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menegakkan undang-undang anti perburuan liar.