Menguak Fakta Sejarah yang Banyak Salah Dikira
Bagi sebagian besar anak muda jaman sekarang, Yamaha Mio atau Honda BeAT sering kali dianggap sebagai nenek moyang motor matik di Indonesia. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena kedua motor Jepang tersebut memang yang sukses membuat jalanan tanah air lumpuh oleh demam matik pada era 2000-an.
Namun, jika kita membuka kembali catatan sejarah otomotif nasional, status sebagai pelopor sejati justru dipegang oleh merek legendaris asal Eropa dan Taiwan. Mereka sudah berani memotong tren motor bebek kopling saat masyarakat belum terbiasa dengan motor tanpa operan gigi.
Deretan Motor yang Membuka Jalan Era Skutik Tanah Air
Mari menengok kembali ke belakang untuk melihat deretan motor legendaris yang berjasa mengubah selera berkendara masyarakat Indonesia:
- Vespa Corsa 125 (1983): Inilah raja matik pertama yang sesungguhnya di Indonesia. Diproduksi oleh PT Dan Motor Indonesia, motor ini sangat unik. Meski sudah menggunakan transmisi otomatis, bentuk fisiknya tetap mempertahankan bodi pelat besi khas Vespa klasik. Uniknya lagi, tuas rem belakangnya dipindah ke setang sebelah kiri, sebuah konfigurasi yang kini ditiru oleh seluruh motor matik modern.
- Kymco Jetmatic Trend 125 (2000): Setelah Vespa Corsa meredup, pabrikan asal Taiwan ini datang membawa revolusi modern. Kymco menjadi pembuka jalan bagi bentuk skutik yang kita kenal sekarang dengan bodi plastik, dek kaki rata, dan diameter roda kecil sebelum akhirnya merek-merek raksasa Jepang ikut latah melirik pasar ini.
- Yamaha Nouvo (2002) & Yamaha Mio (2003): Yamaha mengambil langkah agresif dengan merilis Nouvo yang berdesain paruh bebek dan beroda besar. Sadar pasar butuh yang lebih ringkas, setahun kemudian mereka meluncurkan Yamaha Mio. Motor ramping ini sukses besar meledakkan tren matik karena iklannya yang ikonik dan sangat digemari oleh kaum perempuan aktif di zamannya