Evolusi Honda Supra di Indonesia, dari 97 cc hingga Bebek Sport 150

Miko • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:38 WIB
Evolusi Honda Supra
Evolusi Honda Supra

Honda Supra bukan nama baru di jalanan Indonesia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1997, keluarga Supra terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen.

Perjalanannya juga cukup panjang. Dari motor bebek bermesin 97,1 cc yang sederhana, Honda kemudian meningkatkan kapasitas mesin menjadi 125 cc, membawa teknologi injeksi, memperbesar ruang penyimpanan, hingga akhirnya melahirkan Supra GTR 150 dengan karakter yang jauh lebih sporty.

Jika ditarik dari awal kemunculannya, setidaknya ada sembilan generasi atau varian utama yang menjadi bagian penting dari perjalanan Honda Supra di Indonesia.

1997: Honda Astrea Supra

Honda Astrea Supra
Honda Astrea Supra

Perjalanan tersebut dimulai pada Honda Astrea Supra.

Diperkenalkan pada 1997, motor ini menjadi penerus dari keluarga Astrea Grand. Mesin yang digunakan masih berkapasitas 97,1 cc.

Karakter Astrea Supra ketika itu cukup sederhana. Sistem pengereman masih menggunakan rem tromol, baik di roda depan maupun belakang.

Meski begitu, motor ini menjadi awal dari perjalanan panjang nama Supra di Indonesia.

1998: Honda Supra X

Honda Supra X
Honda Supra X

Setahun kemudian, Honda memperkenalkan Supra X.

Kapasitas mesinnya masih 97,1 cc, tetapi ada perubahan yang cukup mudah dikenali. Honda mulai menggunakan rem cakram pada roda depan.

Tampilannya pun dibuat lebih menarik dengan kombinasi warna bodi two-tone.

Perubahan tersebut menjadi langkah awal Supra menuju tampilan dan perlengkapan yang lebih modern.

2002: Supra V dan Supra XX

Honda Supra V
Honda Supra V

Memasuki 2002, keluarga Supra semakin beragam dengan hadirnya Supra V dan Supra XX.

Keduanya masih menggunakan mesin sekitar 100 cc, tetapi menawarkan perlengkapan yang berbeda.

Supra V masih mengandalkan rem tromol. Sementara Supra XX mendapatkan rem cakram depan dan electric starter.

Honda Supra XX
Honda Supra XX

Pada periode ini, Honda juga menawarkan pilihan dengan transmisi kopling manual. Artinya, konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai karakter berkendara yang diinginkan.

2003: Honda Supra Fit

Honda Supra Fit
Honda Supra Fit

Tidak semua konsumen membutuhkan motor dengan perlengkapan lengkap.

Honda kemudian menghadirkan Supra Fit pada 2003 untuk menyasar segmen yang lebih terjangkau.

Model ini menjadi varian ekonomis dengan fitur yang dibuat lebih sederhana. Tujuannya jelas, yakni menawarkan motor bebek yang tetap bisa memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari dengan harga yang lebih mudah dijangkau.

2005: Supra X 125 dan Era PGM-FI

Honda Supra X 125
Honda Supra X 125

Tahun 2005 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Supra.

Honda menaikkan kapasitas mesin menjadi 125 cc melalui Supra X 125.

Tidak hanya soal kapasitas mesin, periode ini juga menandai langkah Honda membawa teknologi PGM-FI ke sepeda motor di Indonesia.

Teknologi injeksi tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan motor Honda pada tahun-tahun berikutnya.

2008: New Supra X 125 R

Honda Supra X New 125
Honda New Supra X 125R

Tiga tahun berselang, Honda kembali melakukan penyegaran melalui New Supra X 125 R.

Kali ini perubahan terlihat jelas dari desainnya. Bodi dibuat dengan garis yang lebih tajam sehingga memberikan kesan lebih sporty.

Honda juga menyediakan pilihan sistem pengereman double disc brake.

Supra mulai menunjukkan bahwa motor bebek tidak harus selalu tampil konservatif.

2011: Supra X 125 Helm-In

Honda Supra X Helm in
Honda Supra X Helm in

Kebutuhan pengguna terhadap motor yang praktis semakin diperhatikan Honda.

Pada 2011, lahirlah Supra X 125 Helm-In.

Daya tarik utama model ini ada pada ruang penyimpanannya. Bagasinya memiliki kapasitas sekitar 19,5 liter, cukup besar untuk ukuran motor bebek dan dapat digunakan menyimpan helm full-face.

Tangki bahan bakarnya juga memiliki kapasitas 5,6 liter.

Konsep tersebut membuat Supra bukan hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.

2014: Supra X 125 FI

Honda Supra X 125FI
Honda Supra X 125FI

Perkembangan berikutnya datang pada 2014 melalui Supra X 125 FI.

Honda memberikan desain bodi baru dengan tampilan yang lebih modern. Beberapa fitur juga mulai mengikuti perkembangan zaman.

Salah satunya adalah lampu belakang LED. Honda juga menambahkan power charger yang memungkinkan pengendara mengisi daya perangkat elektronik saat bepergian.

Nama Supra pun semakin lekat dengan teknologi injeksi dan fitur yang lebih lengkap.

2016: Supra GTR 150

Supra GTR
Supra GTR 150

Perubahan paling besar terjadi pada 2016.

Honda memperkenalkan Supra GTR 150 dan membawa nama Supra ke wilayah yang berbeda.

Jika sebelumnya Supra identik dengan motor bebek untuk kebutuhan sehari-hari, Supra GTR 150 tampil sebagai bebek sport.

Kapasitas mesinnya melonjak menjadi 150 cc. Mesin tersebut menggunakan konfigurasi DOHC, dipadukan dengan transmisi enam percepatan dan sistem pendingin cairan.

Karakter berkendaranya pun jauh lebih agresif dibandingkan Supra generasi awal.

Dari Motor Harian hingga Bebek Sport

Perjalanan Honda Supra selama hampir dua dekade menunjukkan bagaimana sebuah nama bisa terus mengikuti perubahan zaman.

Awalnya hanya mengandalkan mesin 97,1 cc dan perlengkapan sederhana. Kemudian berkembang menjadi 125 cc, mengadopsi teknologi injeksi, menawarkan bagasi besar dan fitur pengisian daya, sebelum akhirnya masuk ke kelas 150 cc melalui Supra GTR 150.

Dengan begitu, sejarah Supra bukan sekadar pergantian model.

Ini adalah cerita tentang bagaimana motor bebek Honda terus beradaptasi dengan kebutuhan pengendara Indonesia dari mengejar keiritan dan kepraktisan, sampai menawarkan performa yang lebih sporty.

Editor : Miko
Honda Supra sejarah Honda Supra generasi Honda Supra Supra X 125 Supra GTR 150