7 Motor Bebek Buat Touring, Irit BBM dan Lincah di Tanjakan

Miko • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:08 WIB
Motor Bebek Untuk Touring
Motor Bebek Untuk Touring

RADAR NGANJUK – Touring tidak selalu harus menggunakan motor matic atau motor sport berkapasitas besar. Motor bebek pun masih menarik dijadikan teman perjalanan, terutama bagi pengendara yang mengutamakan konsumsi bahan bakar, bobot ringan dan kemudahan bermanuver.

Karakter tersebut justru menjadi kelebihan motor bebek ketika digunakan untuk perjalanan lintas kota.

Transmisi manual atau semiotomatis membuat pengendara bisa menyesuaikan posisi gigi dengan kondisi jalan. Saat menghadapi tanjakan, misalnya, gigi rendah bisa dipilih agar mesin tetap memiliki tenaga. Begitu memasuki jalan berkelok, bobot motor yang relatif ringan juga membuatnya lebih mudah diarahkan.

Menariknya, tidak harus menggunakan motor bebek bermesin 150 cc untuk touring.

Motor 110-125 cc pun cukup untuk perjalanan jauh selama kondisi kendaraan sehat, kecepatan disesuaikan dan barang bawaan tidak berlebihan.

Berikut beberapa motor bebek yang menarik dipertimbangkan untuk touring.

1. Honda Supra X 125 FI

Honda Supra X 125FI
Honda Supra X 125FI

Honda Supra X 125 FI bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang lebih mengutamakan kenyamanan dan efisiensi.

Mesin 125 cc dengan sistem injeksi PGM-FI memberikan karakter tenaga yang cukup untuk kebutuhan harian sekaligus perjalanan antarkota.

Motor ini bukan tipe yang mengejar akselerasi brutal. Karakternya justru lebih mudah dikendalikan ketika digunakan dalam perjalanan panjang.

Hal tersebut penting saat touring. Pengendara tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga motor yang tidak membuat tubuh cepat lelah.

Kelebihan lainnya adalah perawatan yang relatif mudah. Jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang Honda yang luas juga menjadi nilai tambah ketika motor digunakan untuk perjalanan lintas daerah.

2. Yamaha Jupiter Z1

Yamaha Jupiter Z1 2012
Yamaha Jupiter Z1 2012

Bagi yang lebih suka motor bebek dengan karakter lincah, Yamaha Jupiter Z1 layak masuk daftar.

Mesin 115 cc membuat dimensinya tetap ringkas. Bobot dan bentuk bodinya yang kompak memberikan keuntungan ketika harus melewati jalan sempit atau tikungan beruntun.

Karakter seperti ini terasa menarik ketika touring melewati daerah pegunungan.

Pengendara bisa lebih leluasa memainkan arah motor ketika menghadapi tikungan tajam. Kapasitas mesin memang tidak sebesar motor bebek 150 cc, tetapi untuk touring santai Jupiter Z1 masih cukup masuk akal.

Apalagi jika rute yang dilalui lebih banyak berupa jalan antarkota daripada tanjakan ekstrem.

3. Honda Supra GTR 150

Supra GTR Modifikasi Touring
Supra GTR Modifikasi Touring

Kalau mesin 125 cc dirasa kurang, Honda Supra GTR 150 menawarkan pilihan yang lebih bertenaga.

Mesin 150 cc membuat motor ini mempunyai cadangan tenaga lebih besar ketika digunakan di jalan menanjak atau saat membawa perlengkapan touring.

Karakter underbone-nya juga terasa lebih sporty.

Keuntungan mesin besar bukan berarti pengendara harus selalu memacu motor. Justru tenaga ekstra bisa dimanfaatkan agar mesin tidak perlu terus-menerus dipaksa ketika menghadapi tanjakan panjang.

Konsekuensinya, konsumsi BBM tentu berpotensi lebih tinggi dibandingkan motor bebek berkapasitas lebih kecil, terutama jika gaya berkendara agresif.

4. Yamaha MX King 150

Yamaha MX King 150 Prima Pramac 2026
Yamaha MX King 150 Prima Pramac 2026

Yamaha MX King 150 cocok bagi pengendara yang ingin touring sekaligus mencari sensasi berkendara yang lebih sporty.

Mesin 150 cc memberikan tenaga yang lebih berisi dibandingkan motor bebek 110-125 cc. Ketika keluar dari tikungan atau menghadapi tanjakan, karakter tersebut menjadi keuntungan tersendiri.

Namun, MX King tetap mempunyai dimensi yang relatif ramping.

Karena itu, motor ini masih terasa mudah diajak bermanuver ketika dibandingkan dengan motor yang dimensinya jauh lebih besar.

Untuk konsumsi BBM, gaya berkendara kembali menjadi faktor penting. Membuka gas secara agresif tentu menghasilkan konsumsi yang berbeda dibandingkan berkendara santai dengan kecepatan konstan.

5. Honda Revo

Honda Revo
Honda Revo

Kalau tujuan touring lebih kepada menikmati perjalanan tanpa ingin mengeluarkan banyak biaya, Honda Revo bisa dipertimbangkan.

Mesin berkapasitas kecil membuat karakter motor ini lebih cocok untuk perjalanan santai.

Keunggulannya bukan pada kecepatan, melainkan kombinasi bobot ringan, konsumsi bahan bakar dan perawatan yang relatif sederhana.

Saat digunakan touring, pengendara perlu menjaga ritme berkendara. Jangan memaksakan motor dengan membawa beban terlalu berat atau mengejar kecepatan tinggi terus-menerus.

Untuk perjalanan antarkota dengan kondisi jalan normal, motor seperti Revo masih bisa menjadi teman perjalanan yang menarik.

6. Suzuki Smash FI

Suzuki Smash FI
Suzuki Smash FI

Suzuki Smash FI juga bisa menjadi alternatif bagi penggemar motor bebek sederhana.

Kapasitas mesinnya memang tidak sebesar Supra GTR maupun MX King. Namun, justru itulah daya tariknya bagi pengendara yang mengutamakan efisiensi.

Dimensi yang kompak membuat Smash FI mudah dikendalikan.

Saat menghadapi tanjakan, pengendara perlu lebih pintar memilih posisi gigi. Jangan menunggu mesin kehilangan tenaga baru menurunkan gigi.

Untuk touring jarak jauh, kondisi mesin menjadi perhatian utama. Motor harus dipastikan dalam keadaan sehat sebelum diajak meninggalkan kota.

7. Yamaha Jupiter Z

Yamaha Jupiter Z
Yamaha Jupiter Z

Jupiter Z generasi sebelumnya juga masih mempunyai tempat tersendiri bagi pencinta motor bebek, terutama mereka yang mencari unit bekas.

Karakter ringan dan responsif membuat motor ini cukup menyenangkan ketika digunakan melewati jalan berliku.

Namun, ada satu hal yang membedakannya dengan motor baru: kondisi unit.

Karena mayoritas yang beredar merupakan motor bekas, calon pengguna harus lebih teliti sebelum mengajaknya touring.

Periksa kondisi mesin, transmisi, rantai, rem, suspensi, ban hingga sistem kelistrikan.

Jangan sampai motor terlihat sehat dari luar, tetapi ternyata menyimpan masalah setelah dipakai puluhan atau ratusan kilometer.

Jadi, Mana yang Cocok untuk Touring?

Tidak ada satu motor bebek yang otomatis paling cocok untuk semua orang.

Pilihan kembali kepada karakter perjalanan dan kebutuhan pengendaranya.

Honda Supra X 125 FI menarik bagi yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Yamaha Jupiter Z1 lebih cocok bagi mereka yang menyukai motor ringan dan lincah.

Jika rute touring lebih banyak menghadapi tanjakan atau membawa perlengkapan cukup banyak, motor 150 cc seperti Honda Supra GTR 150 dan Yamaha MX King 150 memberikan cadangan tenaga yang lebih besar.

Sementara itu, Honda Revo, Suzuki Smash FI dan Yamaha Jupiter Z bisa dipertimbangkan oleh pengendara yang lebih mengejar kesederhanaan dan biaya operasional.

Yang tidak kalah penting, jangan hanya melihat kapasitas mesin.

Motor bebek yang kondisinya prima akan jauh lebih menyenangkan untuk touring dibandingkan motor yang lebih besar tetapi kurang terawat.

Sebelum berangkat, periksa oli mesin, tekanan ban, rem, rantai, lampu, aki dan kondisi suspensi. Pastikan juga barang bawaan tidak berlebihan.

Saat bertemu tanjakan, gunakan gigi yang sesuai dan jangan memaksakan mesin. Begitu pula ketika turun gunung, manfaatkan engine brake agar beban rem tidak berlebihan.

Pada akhirnya, daya tarik motor bebek untuk touring justru terletak pada kesederhanaannya.

Ringan, mudah dikendalikan, relatif hemat dan tidak terlalu merepotkan untuk dirawat.

Karena itu, meski pasar sepeda motor baru semakin didominasi skutik, motor bebek masih punya alasan kuat untuk diajak menjelajah jalanan Indonesia.

Editor : Miko
motor bebek irit Yamaha Jupiter Z1 MX King 150 motor bebek touring Honda Supra X 125