Rossi Sudah Ingatkan Yamaha, Masalahnya Baru Disadari Sekarang
Radar Nganjuk – Ada satu pernyataan lama Valentino Rossi yang kembali mencuat di tengah persoalan Yamaha di MotoGP 2026.
Sekitar satu dekade lalu, Rossi disebut sudah menyoroti sejumlah persoalan yang ada di tubuh Yamaha. Saat itu, masalah tersebut belum terlalu terasa karena Yamaha masih memiliki motor kompetitif dan pebalap yang mampu menutupinya dengan hasil di lintasan.
Kini, Yamaha justru mengakui bahwa persoalan tersebut memang ada.
Pengakuan itu disampaikan Direktur Tim Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli. Menurutnya, Yamaha memiliki sejumlah masalah struktural yang sebenarnya sudah pernah disorot Rossi sekitar 10 tahun lalu.
Namun, kondisi saat itu membuat Yamaha tidak benar-benar melakukan perubahan besar.
"Kami memiliki beberapa masalah (struktural) dan Valentino telah menyorotinya 10 tahun lalu," kata Meregalli, dikutip dari Oto.detik, Sabtu (19/9/2026).
Rossi dan Quartararo Sama-Sama Jadi Penutup Masalah Yamaha
Menariknya, Meregalli menyebut persoalan tersebut bukan baru muncul ketika Fabio Quartararo mulai mengalami kesulitan.
Menurut dia, Yamaha sebelumnya masih bisa bertahan karena memiliki pebalap dengan kemampuan luar biasa. Performa pebalap membuat sejumlah kelemahan motor tidak selalu terlihat jelas.
Hal serupa terjadi ketika Quartararo menjadi tumpuan Yamaha.
Pebalap Prancis itu mampu tampil sangat kuat sejak bergabung dengan Yamaha di MotoGP. Setelah debutnya bersama tim satelit, Quartararo kemudian menjadi salah satu pebalap utama Yamaha dan berhasil merebut gelar juara dunia MotoGP 2021.
Namun, seiring meningkatnya persaingan, keunggulan pebalap tidak lagi cukup untuk menutupi persoalan teknis yang ada pada motor.
Meregalli bahkan mengakui bahwa sejumlah masalah Yamaha dari tahun ke tahun tertutupi oleh kemampuan Quartararo.
Kondisi tersebut akhirnya menjadi bumerang. Ketika performa motor tidak mengalami perkembangan yang cukup cepat, tekanan kepada pebalap pun semakin besar.
Yamaha Terlambat Berkembang
Persoalan utama yang diakui Meregalli bukan hanya mengenai satu komponen motor.
Yamaha disebut memiliki persoalan yang lebih mendasar dalam proses pengembangan. Pada masa ketika M1 masih mampu bersaing untuk kemenangan dan gelar juara dunia, kelemahan tersebut belum terasa sebagai masalah besar.
Situasinya berbeda ketika rival-rival Yamaha berkembang sangat cepat.
Ducati menjadi contoh paling jelas. Pabrikan asal Italia itu melakukan pengembangan agresif dan dalam beberapa tahun terakhir mampu membawa teknologi motornya ke level yang sangat kompetitif.
Yamaha akhirnya menghadapi situasi ketika perubahan tidak lagi bisa dilakukan secara bertahap.
Meregalli mengakui pabrikan lain bergerak cepat, sementara Yamaha harus mengejar ketertinggalan yang sudah terbentuk.
Mesin V4 Jadi Tanda Perubahan Besar
Salah satu bukti bahwa Yamaha akhirnya melakukan perubahan besar terlihat dari keputusan meninggalkan mesin empat silinder segaris atau inline-4.
Mulai 2026, Yamaha memasuki era baru dengan mesin V4 pada YZR-M1.
Perubahan tersebut menjadi salah satu langkah paling radikal dalam sejarah pengembangan motor MotoGP Yamaha. Sebelumnya, pabrikan Garpu Tala bertahun-tahun mempertahankan karakter mesin inline-4 yang menjadi ciri khas M1.
Peralihan ke V4 menunjukkan bahwa Yamaha tidak lagi sekadar melakukan penyempurnaan kecil.
Yamaha kini harus mengejar berbagai aspek yang menjadi kekuatan para rival, termasuk performa di lintasan lurus dan karakter penyaluran tenaga.
Rossi Sudah Melihat Masalahnya Sejak Lama
Pernyataan Meregalli membuat kritik Rossi pada era Yamaha kembali menarik perhatian.
Rossi bukan hanya pernah menjadi pebalap Yamaha paling sukses. Dia juga menjalani periode panjang bersama pabrikan Jepang tersebut dan merasakan langsung perubahan karakter M1 dari generasi ke generasi.
Karena itu, ketika Rossi menyoroti kelemahan motor Yamaha sekitar satu dekade lalu, persoalan tersebut tidak muncul dari luar tim.
Namun pada saat itu Yamaha masih mempunyai alasan untuk mempertahankan arah pengembangannya. Motor masih mampu memenangkan balapan, sementara Rossi dan kemudian Quartararo dapat memberikan hasil yang membuat kelemahan teknis tidak selalu terlihat.
Kini situasinya berbeda.
Persaingan MotoGP semakin ketat dan pabrikan Eropa bergerak cepat. Yamaha pun akhirnya harus mengakui bahwa ada persoalan mendasar yang sebelumnya sudah pernah disampaikan oleh Rossi.
Quartararo Mulai Kehilangan Kesabaran
Situasi tersebut juga berkaitan dengan hubungan Yamaha dan Quartararo pada 2026.
Quartararo yang selama ini menjadi salah satu tumpuan utama Yamaha mulai lebih terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap perkembangan motor.
Menurut laporan Oto.detik, Quartararo sejak awal musim 2026 beberapa kali menyinggung bahwa Yamaha belum berada di posisi yang cukup cepat. Situasi tersebut kemudian berkembang hingga muncul rumor mengenai kemungkinan kepindahannya ke Honda untuk musim 2027 dan 2028.
Yamaha dan Quartararo kemudian melakukan pertemuan tertutup setelah GP Aragon untuk menyelesaikan ketegangan di antara kedua pihak.
Dengan kondisi tersebut, pengakuan Meregalli mengenai peringatan Rossi menjadi semakin menarik.
Apa yang dulu masih bisa tertutupi oleh performa pebalap kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Yamaha.
Rossi sudah melihat persoalan itu sejak sekitar 10 tahun lalu. Kini Yamaha sedang berusaha membenahinya, tetapi seperti yang diakui Meregalli, pabrikan lain tidak akan menunggu.
Editor : Miko