Rahasia Yamaha NMAX Gen 1: Cara Kerja VVA yang Bikin Mesin Lebih Fleksibel

Miko • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:14 WIB
Yamaha NMAX Generasi 1
Yamaha NMAX Generasi 1

Teknologi yang Membuat NMAX Gen 1 Punya Karakter Berbeda

Radar Nganjuk – Ketika Yamaha NMAX generasi pertama hadir di Indonesia pada 2015, motor ini membawa sesuatu yang saat itu belum lazim ditemukan pada skutik kelas 150 cc.

Bukan hanya bodinya yang besar atau posisi berkendaranya yang santai. Salah satu daya tarik utama justru tersembunyi di balik mesin 155 cc miliknya: Variable Valve Actuation atau VVA.

Teknologi inilah yang membantu mesin NMAX memiliki karakter berbeda antara putaran rendah dan tinggi.

NMAX sendiri memang bukan dikembangkan hanya untuk Indonesia. Yamaha merancangnya sebagai global model dengan konsep Global Prestige City Commuter. Indonesia menjadi negara pertama tempat NMAX diluncurkan sebelum dipasarkan ke sejumlah negara lain.

Baca Juga: NMAX Gen 1, Gen 2 atau Turbo? Ini Karakter yang Bikin Masing-Masing Dicintai

Mesin 155 cc dengan Blue Core dan VVA

NMAX generasi pertama menggunakan mesin 4-tak, satu silinder, SOHC, empat katup, berpendingin cairan dengan kapasitas 155 cc.

Mesin tersebut menghasilkan daya maksimum 11,1 kW pada 8.000 rpm dan torsi puncak 14,4 Nm pada 6.000 rpm.

Angka tersebut memang penting. Namun, daya tarik mesin NMAX Gen 1 tidak hanya terletak pada besarnya tenaga.

Yang menarik adalah bagaimana tenaga tersebut disalurkan pada rentang putaran mesin berbeda.

Di sinilah VVA memainkan peran penting.

Apa Sebenarnya Fungsi VVA?

Secara sederhana, mesin membutuhkan karakter bukaan katup yang berbeda pada putaran rendah dan tinggi.

Pada rpm rendah, mesin tidak membutuhkan bukaan katup sebesar ketika berputar kencang. Sebaliknya, ketika rpm semakin tinggi, mesin memerlukan aliran udara yang lebih besar agar mampu mempertahankan performanya.

Jika hanya menggunakan satu profil camshaft untuk semua kondisi, akan ada kompromi.

Setting yang bagus untuk putaran bawah belum tentu ideal di putaran atas. Begitu pula sebaliknya.

VVA mencoba menjembatani dua kebutuhan tersebut.

Pada bagian katup masuk NMAX terdapat dua karakter cam, yakni untuk putaran rendah dan putaran tinggi. Yamaha menjelaskan sistem tersebut dirancang agar karakter torsi tetap terjaga ketika putaran mesin meningkat.

vva nmax generasi 1
vva nmax generasi 1

Di 6.000 RPM, Karakter Mesin Berubah

Salah satu bagian menarik dari VVA NMAX adalah titik perpindahannya.

Pada putaran rendah hingga menengah, mesin menggunakan profil cam yang disesuaikan untuk kondisi tersebut.

Ketika putaran mesin mencapai sekitar 6.000 rpm, sistem beralih menggunakan profil cam untuk putaran tinggi. Yamaha menjelaskan bahwa pergantian tersebut terjadi pada sisi katup masuk.

Secara mekanis, sebuah aktuator atau solenoid mengaktifkan mekanisme pengunci pada rocker arm sehingga profil cam putaran tinggi dapat mengambil alih kerja katup masuk.

Hasilnya, bukaan katup dapat disesuaikan dengan kebutuhan mesin ketika rpm semakin tinggi.

Perpindahannya dibuat halus. Pengendara tidak seharusnya merasakan hentakan seperti perpindahan gigi.

Yang lebih terasa adalah mesin tetap memiliki tenaga ketika putaran terus naik.

Bukan Sekadar Membuat Motor Lebih Kencang

VVA sering dianggap hanya sebagai teknologi untuk meningkatkan performa.

Padahal tujuan utamanya lebih luas.

Pada putaran rendah hingga menengah, profil cam disesuaikan agar mesin tetap efisien dan memiliki respons yang baik. Ketika rpm meningkat, profil berbeda mengambil alih untuk membantu mempertahankan suplai udara dan tenaga.

Yamaha menyebut dua karakter cam tersebut saling melengkapi sehingga akselerasi dapat terasa lebih linear dari putaran rendah hingga tinggi.

Artinya, VVA bukan semacam tombol tenaga tambahan.

Teknologi tersebut bekerja sebagai bagian dari sistem mesin untuk menyesuaikan karakter bukaan katup dengan kebutuhan pada rentang rpm berbeda.

 

Mengapa NMAX Gen 1 Terasa Berbeda?

Kombinasi VVA dan konsep Blue Core menjadi salah satu alasan karakter mesin NMAX Gen 1 terasa fleksibel.

Saat digunakan santai di perkotaan, pengendara tidak harus terus memainkan mesin pada rpm tinggi.

Namun ketika throttle dibuka lebih dalam dan putaran melewati wilayah kerja VVA, mesin tetap memiliki ruang untuk meneruskan akselerasi.

Karakter tersebut cocok dengan fungsi NMAX sebagai skutik yang tidak hanya digunakan untuk perjalanan pendek.

Motor ini banyak dipakai untuk perjalanan jauh, touring, hingga melewati jalan dengan kontur menanjak.

NMAX generasi pertama juga dilengkapi radiator, DiASil Cylinder, forged piston, serta sistem injeksi sebagai bagian dari konsep mesin Blue Core Yamaha.

NMAX Gen 1 Jadi Awal Perjalanan Panjang VVA

Teknologi VVA ternyata tidak berhenti pada NMAX pertama.

Konsep yang sama kemudian tetap dipertahankan Yamaha pada generasi NMAX setelahnya. Bahkan, NMAX terbaru yang hadir dengan teknologi YECVT masih menggunakan mesin Blue Core 155 cc dengan VVA.

Itu menunjukkan bahwa VVA bukan sekadar gimmick teknologi ketika NMAX pertama diluncurkan.

Lebih dari satu dekade kemudian, prinsip kerjanya masih menjadi bagian penting dari karakter mesin keluarga NMAX.

Karena itulah, membicarakan daya tarik NMAX Gen 1 tidak cukup hanya melihat bentuk bodi atau statusnya sebagai motor lawas.

Di balik desain yang kini dianggap klasik oleh sebagian penggemarnya, ada teknologi mesin yang sejak awal dirancang untuk menjawab satu persoalan sederhana: bagaimana membuat mesin kecil tetap nyaman di putaran bawah tanpa kehilangan napas ketika rpm semakin tinggi.

Editor : Miko
nmax old Yamaha NMAX Gen 1 VVA NMAX mesin NMAX 155 teknologi Yamaha NMAX