NGANJUK, JP Radar Nganjuk Semua pelajar di Kota Angin tampil beda kemarin,. Di Hari Pendidikan Nasional, mereka memakai pakaian adat. Mayoritas yang cewek memakai kebaya. Mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA, semua memakai pakaian adat.
Seperti yang terjadi di SMAN 1 Nganjuk. Sekolah yang berada di Kelurahan Cangkringan itu mewajibkan muridnya untuk memakai pakaian adat. Ada yang memakai pakaian adat Jawa, Madura, hingga Bali. “Semua murid wajib memakai pakaian adat di Hari Pendidikan Nasional Nasional,” ujar Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono kepada wartawan koran ini.
Para murid pun tampak antusias memakai pakaian adat selama kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan setelah KBM, banyak di antara pelajar tersebut yang asyik berswafoto. “Kami juga memberi hadiah kepada pelajar dengan pakaian adat terbaik,” imbuh Sugiyono.
Sementara itu, Kirana Angelita, siswi SMPN 1 Kertosono mengaku senang memakai pakaian adat di Hardiknas. Karena ini momen yang spesial. “Senang bisa memakai kebaya ke sekolah,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, semua siswa di Kota Angin memakai pakaian adat untuk memeriahkan Hardiknas. Karena kemarin, adalah hari yang spesial bagi dunia pendidikan.
Munawir mengatakan, sebenarnya tidak ada peraturan khusus tentang pakaian apa yang wajib dipakai di Hardiknas. Pihaknya memilih pakaian adat sebagai upaya melestarikan kesenian dan budaya. Karena itu, selain siswa, para guru juga memakai pakaian adat kemarin. “Semua juga semangat memakai pakaian adat di Hardiknas,” ujarnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk