NGANJUK, JP Radar Nganjuk-STKIP PGRI Nganjuk menggelar kegiatan pengabdian masyarakat kepada Industri Kecil Menengah (IKM) Aneka Sambal YKS. Kegiatan yang masuk dalam skema Pengabdian Masyarakat Pemula itu didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024.
Yang melaksanakan program tersebut adalah Tim Pengabdian Masyarakat STKIP PGRI Nganjuk. Ketuanya adalah Dr. Umi Hidayati, MM selaku dosen Pendidikan Ekonomi. Dr. Umi sendiri dibantu oleh dua anggota lainnya. Di antaranya Hanif Ramadhan Fahmi, M.Pd selaku dosen Pendidikan Ekonomi, dan Imega Syahlita Dewi, M.Pd selaku dosen Pendidikan IPA.
“Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberi pendampingan kelompok IKM Aneka Sambal YKS. Dengan re-branding dan re-positioning menggunakan model digitalisasi marketing pentahelix sebagai solusi permasalahan tentang kendala pemasaran produk usaha IKM Aneka Sambal YKS,” ujar Dr Umi Hidayati selaku ketua tim pengabdian masyarakat.
Wanita berhijab ini menjelaskan, IKM Aneka Sambal YKS merupakan kelompok industri yang memiliki produk unggulan berupa sambal bawang merah. Hal itu sejalan dengan komoditas unggulan di Kota Angin, yaitu bawang merah.
Selain bawang merah, kelompok tersebut juga memiliki aneka varian lainnya. Seperti ikan asap, teri, cumi, dan lainnya. IKM yang beranggotakan sebanyak 15 orang ini memiliki potensi besar untuk berkembang melalui digital marketing pentahelix.
Karena produk olahan aneka sambal IKM YKS belum begitu dikenal masyarakat, maka distribusi pemasarannya hanya terbatas di beberapa daerah sekitar Nganjuk saja. Sehingga jumlah pembelinya tidak ada peningkatan signifikan.
Digital marketing pentahelix menjadi jawaban terbaik atas permasalahan pada IKM Aneka Sambal YKS tersebut. Karena merupakan bentuk model pemasaran digital yang terintegrasi antara website dan media sosial.
Digital marketing pentahelix sendiri adalah sebuah konsep pengembangan ekosistem inovasi usaha yang bekerja dengan melibatkan lima stakeholder utama. Yaitu akademisi dari STKIP PGRI Nganjuk. Kemudian pelaku bisnis dari IKM Aneka Sambal YKS, dan masyarakat. Kemudian pemerintah yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Pergadangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk beserta pemerintah daerah setempat. Serta media massa.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas usaha IKM Aneka Sambal YKS. Serta menjangkau target pasar yang lebih luas. Masing-masing stakeholder memiliki peran dan tanggung jawab tertentu dalam mendukung dan memperkuat inovasi usaha dalam konteks digitalisasi model pentahelix berbentuk platform digital marketing yang terintegrasi. Dengan tujuan re-branding dan re-positioning produk itu sendiri.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk