NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kegiatan Journalistic at School di SMAN 3 Nganjuk (Smaga) bersama Jawa Pos Radar Kediri berlangsung semarak.
Lebih dari 80 siswa kelas X dan XI perwakilan pengurus ekstrakurikuler (ekskul) jurnalistik, komunitas literasi, OSIS, dan MPK mengikuti aktivitas edukatif tersebut dengan antusias.
Acara dilaksanakan di Gazebo Smaga sekitar pukul 08.30, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk, kemarin (10/4).
Menurut Kepala SMAN 3 Nganjuk Pujianto, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan wawasan siswa tentang kejurnalistikan. Namun juga berproses dalam pengembangan literasi dan media massa sekolah.
Termasuk ketika mengunggah konten berita secara online. Harus dipastikan informasi yang disampaikan sesuai kaidah dan etika jurnalistik.
"Karena itu perlu bekal pengetahuan. Jangan sampai menjelek-jelekan agar viral. Yang bijak bermedsos (media sosial), karena mulutmu harimaumu. Bermedsos bisa berdampak positif, tetapi juga dapat menghancurkan," tuturnya.
Apalagi, lanjut Pujianto, kini teknologi informasi berkembang sangat pesat. Ia ingin siswanya melek media dan turut berperan.
"Buatlah produk jurnalistik yang baik plus inspiratif. Branding-lah dirimu dan sekolahmu sehingga dapat meningkatkan prestasi serta karirmu," terangnya saat sambutan kemudian membuka acara pelatihan di hadapan para peserta yang didampingi guru pembina.
Usai dibuka, acara dilanjutkan penyampaian materi jurnalistik dari Kepala Biro JP Radar Nganjuk Rully Prasetyo.
Pemaparan berlangsung interaktif. Para peserta pun leluasa menyampaikan pendapat maupun bertanya.
Seperti Diva Sabrina dari kelas X-i Smaga misalnya. Ia menanyakan tentang jurusan kuliah yang bukan bidang jurnalistik apakah bisa menjadi wartawan.
"Kalau jurusan kuliah bertolak belakang apa masih ada kemungkinan jadi jurnalis," ujarnya
dengan nada tanya. Pemateri pun memberi jawaban dengan ringkas.
Pujianto menambahkan, tahun ini siswa SMAN 3 Nganjuk yang diterima kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit melalui jalur prestasi (SNBP) meningkat signifikan.
Bahkan peringkat kedua terbanyak di Kabupaten Nganjuk. Dari tahun sebelumnya (2024) sebanyak 23 siswa, kini naik menjadi 43 siswa.
"Ini tidak terlepas dari semangat belajar para siswa dan hasil pembelajaran dari bapak ibu guru SMAN 3 Nganjuk," urainya.(p1/ndr)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira