NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan calon siswa baru SDN dan SMPN langsung menyerbu kemarin.
Di hari pertama registrasi akun untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SDN dan SMPN, ada ribuan pendaftar yang membuat akun untuk masuk SDN dan SMPN di Kabupaten Nganjuk.
“Mulai hari ini (kemarin, Red) proses SPMB SDN dan SMPN mulai dibuka secara online,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir.
Meski baru dibuka beberapa jam, total sudah ada ribuan akun yang terdaftar. Seperti untuk SPMB SMPN, hingga pukul 13.00 WIB, sudah ada 6.378 akun yang terdaftar. Sayang, untuk SDN, jumlah akun yang terdaftar masih belum bisa ditampilkan.
Kini petugas akan melakukan pengecekan pada ribuan akun tersebut. Jika berkas yang disertakan telah memenuhi syarat, maka pemilik akun bisa melakukan pendaftaran ke sekolah yang dituju.
“Jika sudah lengkap, siswa dapat mendaftar di jadwal yang sudah ditentukan,” tambahnya.
Lebih lanjut Munawir mengatakan, proses pembuatan registrasi akun tersebut dilakukan secara online.
Untuk SDN, pendaftaran akun dapat diakses di website SPMB SD Nganjuk Sedangkan untuk SMP dapat diakses di SPMB SMP Nganjuk Nantinya pihak sekolah akan membantu pembuatan akun bagi siswa yang akan mendaftar.
Meski berlangsung hampir satu bulan, Munawir mengimbau siswa untuk tidak teledor. Karena ada beberapa jalur yang dibuka beberapa hari setelah proses registrasi akun dimulai.
Salah satunya adalah untuk jalur prestasi masuk SDN dan SMPN. Untuk SDN, jalur prestasi akan dibuka pada 16 april hingga 17 April.
Sedangkan untuk SMPN akan dibuka untuk tanggal 16 hingga 19 April. “Peserta yang mendaftar harus teliti untuk melihat jadwal,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada perbedaan antara SPMB tahun ini dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu.
Salah satunya adalah berubahnya jalur pendaftaran zonasi menjadi domisili. Perbedaannya ada pada status kartu keluarga (KK) milik siswa. Dulu, status siswa dalam sebuah KK dapat dititipkan.
Namun kini berbeda, status siswa dalam sebuah KK harus sama dengan orang tua atau wali murid.
Lalu jalur perpindahan orang tua juga dihapus. Digantikan dengan jalur mutasi.
Namun perubahan tersebut tidak membawa dampak besar. Karena dalam prosesnya masih sama seperti di penerimaan siswa di tahun sebelumnya.
Selain dua jalur itu, ada jalur lainnya. Yaitu, jalur prestasi dan jalur afirmasi.
Untuk SD, jalur yang dibuka adalah jalur mutasi, afirmasi, dan domisili. Sedangkan untuk SMP ada jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.
Sementara itu, Sulistyawati, 39, salah satu wali murid mengaku waswas. Karena rumahnya berada di wilayah Kabupaten Kediri.
Sedangkan, dia ingin mendaftar di SMPN 1 Kertosono. “Kalau daftar lewat domisili kemungkinan besar tidak akan lolos karena jarak rumah dengan sekolah cukup jauh,”ujarnya.
Untuk itu, dia berharap, bisa masuk lewat jalur prestasi. “Mau daftar prestasi akademik atau non-akademik itu yang bingung,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira