NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Persaingan masuk SMPN 1 Kertosono sangat ketat. Di hari kedua pendaftaran jalur prestasi akademik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 1 Kertosono, pendaftar melebihi pagu yang disediakan.
Pendaftar jalur prestasi untuk Prioritas (P1) yang memiliki Kartu Keluarga Kabupaten Nganjuk mencapai 160 pendaftar hingga pukul 17.23 WIB.
Padahal, kuota untuk jalur prestasi akademik P1 hanya 60 siswa. Artinya, ada 100 pendaftar akan terlempar. Sementara untuk P2 (KK luar Kabupaten Nganjuk), kuota yang disedikan hanya 11 kursi.
Namun, pendaftar sudah mencapai 20. Jadi, ada sembilan siswa yang akan terlempar. Jumlah pendaftar di P1 dan P2 sangat mungkin akan bertambah. Karena pendaftaran untuk jalur prestasi di tingkat SMPN dibuka hingga 19 April.
Kondisi tidak jauh berbeda terjadi di SMPN 1 Nganjuk. Pendaftar jalur prestasi akademik melebihi kuota yang disediakan. Di P1 yang menyediakan 50 kursi, pendaftar mencapai 189 siswa hingga pukul 17.23 WIB.
Kemudian, di P2, pendaftar sudah ada 2 pendaftar. Padahal, kursi yang disediakan hanya 2 siswa.
Hal yang sama terjadi SMPN 3 Nganjuk. Pendaftar jalur prestasi akademik untuk P1 mencapai 171 pendaftar. Sementara, kuota yang disediakan hanya 60 kursi.
Sementara untuk P2, pendaftar sudah ada lima siswa. Sementara kuota yang disediakan hanya empat kursi. “Pendaftar SPMB jalur prestasi SMPN di hari kedua ini semakin banyak,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir.
Sayang, berdasarkan data di SPMB secara online, pendaftar tidak merata. Jika di SMPN favorit pendaftar membeludak, tidak demikian untuk SMPN pinggiran. Pendaftar justru sepi.
Salah satunya seperti yang terjadi di SMPN 2 Sawahan. SMPN tersebut menyediakan kuota sebanyak 17 siswa untuk jalur prestasi akademik.
Namun hingga kemarin pukul 12.00 WIB, belum ada satu pun pendaftar. Hal yang nyaris serupa juga terjadi di SMPN 2 Ngetos.
Sekolah tersebut menyediakan kuota sebanyak 15 siswa. Namun, baru ada satu pendaftar. “Anggapan sekolah favorit itu masih ada di masyarakat.
Jadi, mereka ramai-ramai mendaftar di SMPN yang dianggap favorit. Padahal, sebenarnya semua SMPN di Kabupaten Nganjuk itu sama,” ungkapnya.
Terpisah, Ya, salah satu calon orang tua wali murid mengaku jika dia menganggap SMPN 1 Kertosono sebagai SMPN favorit di Kertosono. Karena saat dia sekolah di SMPN, SMPN 1 Kertosono adalah SMPN favorit.
Anggapan tersebut tidak bisa dengan mudah dihilangkan. “Dulu itu kalau anak pintar pasti masuk SMPN 1 Kertosono. Karena masuknya pakai Danem (Daftar Nilai Ebtanas Murni). Makanya, saya daftarkan anak saya ke SMPN 1 Kertosono,” terangnya.
Walaupun kuota untuk jalur prestasi akademik tidak sebanyak jalur domisili tetapi Ya percaya diri. Dia optimistis anaknya akan diterima. “Kalau tesnya fair dan objektif, saya optimistis anak saya lolos,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira