NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Persaingan di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jalur prestasi akademik SMPN berlangsung sengit. Kemarin (21/4) ribuan pendaftar melakukan tes di SMPN yang dituju.
Tujuannya adalah untuk menentukan siapa yang berhak mendapat kursi. Seperti yang terjadi di SMPN 1 Kertosono.
Pendaftar jalur prestasi akademik untuk Prioritas (P1) yang memiliki Kartu Keluarga Kabupaten Nganjuk sebanyak 244 pendaftar.
Padahal, kuota untuk jalur prestasi akademik P1 hanya 60 siswa. Sementara untuk P2 (KK luar Kabupaten Nganjuk), kuota yang disediakan hanya 11 kursi. Namun pendaftar mencapai 49.
Untuk menentukan siapa yang berhak lolos, SMPN 1 Kertosono melakukan tes berbasis komputer. Nilai dari tes itu mendapat bobot 60 persen.
Sedangkan sisanya diambil dari rerata empat mata pelajaran (mapel) di rapor. Yaitu, Bahasa Indonesia, IPA, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Matematika.
“Hari ini (Kemarin, Red) kami mengadakan tiga sesi tes. Sedangkan besok (Hari ini, Red) ada satu sesi ujian,” ujar Kepala SMPN 1Kertosono Murtaji kepada wartawan koran ini.
Murtaji mengatakan, jumlah pendaftar di tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Akibatnya ujian dibagi menjadi empat sesi.
Tiga sesi kemarin, lalu satu sesi untuk hari ini. Untuk setiap sesi, ujian dibagi ke dalam tiga ruang.
Murtaji mengatakan soal yang diujikan telah disiapkan oleh pihak sekolah. Total ada 60 soal yang dikerjakan.
60 soal itu terdiri dari mapel Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Empat mapel itu kami samakan dengan empat mapel yang digunakan untuk mendaftar,” tambahnya.
Sesuai jadwal, tes akan berlangsung hingga hari ini. Setelah itu, pada 23 April, para pendaftar sudah bisa melihat siapa saja yang berhak lolos.
Karena tepat pada pukul 00.00 WIB, hasil akhir sudah diumumkan secara online. “Peserta dapat melihat lolos atau tidak di masing-masing akun,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, tes mandiri tersebut dilakukan serentak di masing-masing sekolah.
Seperti diketahui, total ada 14 SMPN yang mengadakan ujian mandiri. Munawir mengatakan lamanya ujian dapat berbeda.
Tergantung kemampuan masing-masing sekolah. Seperti di SMPN 1 Kertosono, ujian berlangsung selama dua hari. Namun beberapa sekolah lain melakukan ujian hanya satu hari.
Terpenting, seluruh proses ujian mandiri itu harus rampung dan diumumkan pada 23 April. “Pada tanggal 23 April seluruh sekolah harus mengumumkan siapa saja yang lolos atau tidak,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada perbedaan antara SPMB tahun ini dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu.
Salah satunya adalah berubahnya jalur pendaftaran zonasi menjadi domisili. Perbedaannya ada pada status kartu keluarga (KK) milik siswa.
Dulu, status siswa dalam sebuah KK dapat dititipkan. Namun kini berbeda, status siswa dalam sebuah KK harus sama dengan orang tua atau wali murid.
Lalu jalur perpindahan orang tua juga dihapus. Digantikan dengan jalur mutasi. Namun perubahan tersebut tidak membawa dampak besar.
Karena dalam prosesnya masih sama seperti di penerimaan siswa di tahun sebelumnya.
Selain dua jalur itu, ada jalur lainnya. Yaitu jalur prestasi dan jalur afirmasi. Untuk SD, jalur yang dibuka adalah jalur mutasi, afirmasi, dan domisili.
Sedangkan untuk SMP ada jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira