NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN di Kabupaten Nganjuk menyisakan satu jalur pendaftaran. Yaitu jalur domisili.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pendaftar jalur domisili wajib menyertakan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat wajib.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir.
Dia mengatakan, ada perbedaan peraturan pada SPMB tahun ini dengan PPDB di tahun lalu.
“Perbedaan paling mencolok adalah surat domisili tidak berlaku. Pendaftar wajib menggunakan Kartu Keluarga (KK),” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Munawir mengatakan, surat domisili kini tidak lagi dijadikan syarat untuk mendaftar. Syarat tersebut diganti dengan KK.
Nantinya alamat di dalam KK antara orang tua atau wali murid dengan pendaftar harus sama.
Selain itu, tidak banyak hal yang berubah dalam pendaftaran. Pendaftaran juga masih dilakukan secara online. Ditambah, proses perangkingan juga masih memerlukan usia murid dan waktu pendaftaran.
“Jarak yang paling dekat akan mendapat rangking tertinggi. Jika sama, maka proses perangkingan akan menggunakan usia murid. Usia yang paling tua akan diprioritaskan,” tambahnya.
Lebih lanjut, jalur domisili akan menjadi jalur yang memiliki kuota terbanyak. Dipastikan persaingan di jalur tersebut akan menjadi lebih ketat dibanding dengan tiga jalur sebelumnya. Terlebih di beberapa sekolah SMPN yang dianggap sebagai sekolah favorit.
Lalu berapa kuota untuk SMPN favorit di Kabupaten Nganjuk? Menanggapi pertanyaan itu, Munawir mencoba merinci.
Di SMPN 1 Nganjuk, jumlah kuota untuk KK dalam Kabupaten Nganjuk atau P1 adalah 120 kursi. Sedangkan KK luar Kabupaten Nganjuk atau P2 adalah 10 kursi.
Baca Juga: Ide Aktivitas Menarik untuk Merayakan Hari Pendidikan Nasional Selain Upacara
Tak jauh berbeda dengan SMPN 3 Nganjuk. Kuota untuk P1 adalah 120 kursi. Sedangkan P2 hanya 10 kursi.
Di SMPN 1 Kertosono, kuota untuk P1 adalah 90 kursi. Sedangkan P2 adalah 40 kursi. Sedangkan kuota paling banyak ada di SMPN 1 Pace. Total untuk P1 adalah 209 kursi. Sedangkan tidak ada kuota untuk P2.
“Untuk pendaftaran jalur domisili akan dibuka 7 hingga 9 Mei,” tandasnya.
Sementara itu, kemarin (5/5), menjadi hari pengumuman untuk jalur mutasi. Hasilnya ada puluhan murid yang terlempar dari perangkingan.
Murid yang terlempar tersebut masih bisa mendaftar di jalur domisili. (wib)
Editor : Elna Malika