NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili mulai dibuka hari ini (7/5). Total ada ribuan kuota yang tersebar di 54 SMPN di Kabupaten Nganjuk.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, jalur domisili menjadi jalur terakhir dalam SPMB SMPN tahun ini.
Munawir mengatakan, jalur domisili menjadi jalur dengan jumlah kuota terbanyak. Karena diketahui, sesuai peraturan, kuota untuk jalur tersebut adalah maksimal 50 persen dari total pagu.
Bahkan jumlahnya dapat bertambah setelah diakumulasi dengan kuota yang tidak terpenuhi di tiga jalur sebelumnya.
“Untuk kuota yang tidak terpenuhi di jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi dapat dioper ke jalur domisili. Tujuannya agar sekolah dapat memaksimalkan jumlah murid yang masuk,” tambahnya.
Seperti yang terjadi di SMPN 2 Pace. Di SPMB tahun ini, jumlah kuota untuk Kartu Keluarga (KK) dalam Kabupaten Nganjuk atau P1 adalah 208 murid. Sedangkan, KK luar Kabupaten Nganjuk atau P2 adalah nol. Jumlah tersebut diketahui diakumulasi dari sisa kuota dari tiga jalur sebelumnya.
Sedangkan di SMPN 1 Nganjuk, jumlah kuota untuk P1 adalah 120 kursi. Lalu P2 adalah 10 kursi. Tak jauh berbeda dengan SMPN 3 Nganjuk. Kuota untuk P1 adalah 120 kursi. Sedangkan, P2 hanya 10 kursi.
Di SMPN 1 Kertosono, kuota untuk P1 adalah 90 kursi. Sedangkan, P2 adalah 40 kursi. Sementara kuota paling banyak ada di SMPN 1 Pace. Total untuk P1 adalah 209 kursi. Sedangkan tidak ada kuota untuk P2.
“SMPN favorit tersebut kemungkinan besar akan membeludak jumlah pendaftarnya,” tandasnya.
Lebih lanjut, pendaftaran untuk jalur domisili tidak akan dibuka lama. Hanya tiga hari. Yaitu tanggal 7 hingga 9 Mei. Oleh sebab itu, Munawir mengimbau kepada calon siswa baru untuk segera mendaftar.
Karena nantinya, waktu pendaftaran tersebut juga akan mempengaruhi proses perankingan. Karena diketahui, perankingan akan dilakukan dengan tiga hal. Yaitu jarak rumah, usia, dan waktu pendaftaran.
“Murid yang mendaftar lebih cepat akan diprioritaskan dalam perankingan jika memiliki jarak dan usia yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Mi, salah satu calon siswa baru mengaku waswas. Karena dia telah gagal masuk SMPN jalur prestasi. "Harapan terakhir tinggal di SPMB jalur domisili," ujarnya.
Mi berharap, jarak rumahnya dengan SMPN yang didaftar tidak terlalu jauh. Sehingga, dia bisa diterima lewat jalur domisili. "Semoga bisa masuk SMPN," harapnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika