NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang TKN, SDN, dan SMPN segera berakhir. Kemudian, tahun ajaran baru akan dimulai. Namun, banyak sekolah di Kabupaten Nganjuk yang tidak memiliki kepala sekolah (kasek).
“Total ada 112 sekolah yang kepala sekolahnya kosong,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Moch Jaenuri.
Kekosongan kepala sekolah terjadi mulai di tingkat TK, SD, hingga SMP. Untuk TK, jumlah sekolah yang tidak memiliki kasek hanya 1 TK.
Lalu, SD menjadi yang paling banyak dengan 98 sekolah yang tidak memiliki kasek. Kemudian, terakhir adalah SMP dengan 13 sekolah tidak memiliki kasek.
Tentu ada alasan mengapa sekolah tersebut tidak memiliki kasek. Salah satunya adalah kasek yang sudah pensiun. Alasan tersebut menjadi yang paling banyak terjadi di Nganjuk. Selain itu ada juga kasek yang meninggal dunia saat menjabat.
Untuk menyiasati hal itu, maka Disdik Nganjuk memilih menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk mencegah kekosongan jabatan.
Plt dipilih dengan cara ditunjuk. Mayoritas kasek tersebut akan ditunjuk dari sekolah terdekat. “Jadi ada beberapa kepala sekolah yang memiliki dua jabatan. Definitif dan Plt,” imbuhnya.
Tentu hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Disdik Nganjuk. Karena dipastikan kinerja dari Plt kasek tidak akan maksimal. Karena ada beberapa hal tugas yang tidak bisa dikerjakan secara langsung.
Melainkan harus melalui izin dari disdik. Mulai dari tugas penganggaran dan kebijakan penting lainnya. “Mereka hanya memiliki tugas operasional saja. Tidak lebih,” imbuhnya.
Lalu kapan proses pengisian itu berlangsung? Menanggapi pertanyaan itu, Jaenuri mengatakan, proses pengisian kasek sedang berlangsung. Untuk pendaftaran, tenggat waktunya sampai 20 Mei mendatang. Setelah itu akan ada proses seleksi hingga turunnya surat keputusan (SK) dari Bupati Nganjuk.
Jaenuri berharap, proses tersebut dapat berlangsung dengan cepat. Karena diketahui, tahun ajaran baru akan berlangsung pada Juli mendatang.
Artinya, disdik hanya memiliki waktu sekitar dua bulan saja. “Kami akan maksimalkan waktu yang ada agar sekolah di Kabupaten Nganjuk agar dapat memiliki kasek,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu kasek yang enggan namanya dikorankan mengatakan, kekosongan jabatan kasek di Kota Angin karena regenerasi yang lambat.
Calon pengganti tidak segera disiapkan saat kasek akan memasuki masa pensiun.
Akibatnya, saat kasek pensiun, penggantinya belum ada. “Pensiun itu sebenarnya sudah diketahui jauh-jauh hari. Cuma karena belum disiapkan penggantinya akhirnya diisi Plt,” ujarnya.
Kasek senior ini mengatakan, sebenarnya dia sudah sering berdiskusi masalah tersebut dengan guru-guru.
“Ada juga keengganan guru menjadi kasek karena takut terkena kasus hukum. Jadi, lebih memilih menjadi guru,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika