NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kesenjangan pendaftar SMPN favorit dengan SMPN pinggiran terjadi di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN jalur domisili. Menjelang pengumuman besok (13/5), SMPN pinggiran kesulitan mendapatkan calon siswa baru.
Hingga waktu pendaftaran SPMB jalur domisili ditutup, masih banyak sekolah yang belum bisa memenuhi kuota murid.
Salah satunya adalah SMPN 5 Kertosono. Dari web pendaftaran https://spmbsmpn.dispendiknganjuk.net/ belum ada satu pun pendaftar di sekolah tersebut. Padahal, sudah ada empat jalur yang dibuka sejak 16 April lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, sesuai jadwal, pengumuman akan dilakukan besok (13/5). Sedangkan hari ini (14/5) petugas masih terus melakukan proses perankingan.
“Jalur domisili sudah ditutup. Ini tinggal melakukan perankingan dan pengumuman,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sesuai jadwal, besok akan jadi hari pengumuman. Lalu, pada tanggal 14 hingga 16 Mei para murid yang diumumkan lolos dapat melakukan daftar ulang di sekolah yang dituju. Nantinya akan ada berkas yang wajib dibawa oleh murid-murid tersebut.
Sesuai prediksi Munawir, jumlah pendaftar di hari ketiga terus membludak. Alhasil banyak SMPN favorit yang kelebihan pendaftar. Seperti SMPN 1 Nganjuk, SMPN 3 Nganjuk, dan SMPN 1 Kertosono. Dipastikan ketiga sekolah itu mampu memenuhi kuota yang disediakan.
Namun sebaliknya, ada beberapa sekolah yang masih kekurangan murid. Dari pantauan wartawan koran ini, sekolah-sekolah tersebut seperti di SMPN 3 Kertosono, SMPN 5 Kertosono, SMPN 2 Sawahan, dan masih banyak yang lainnya.
Bahkan dari ketiga sekolah itu, SMPN 5 Kertosono sama sekali belum mendapat murid dari empat jalur SPMB.
Lalu, SMPN 2 Sawahan masih sedikit lebih baik, untuk Kartu Keluarga (KK) dalam Kabupaten Nganjuk atau P1, mereka mendapat 18 murid dari kuota 28 kursi. Sedangkan, KK luar Kabupaten Nganjuk atau P2 ada 1 pendaftar dari kuota 2 kursi.
Di SMPN 3 Kertosono lebih baik lagi. Untuk P1, ada 107 pendaftar. Sedangkan kuota yang disediakan adalah 159 kursi. Dan untuk P2, ada 2 pendaftar dari kuota sebanyak 28 kursi.
“Kami sedang merumuskan tentang bagaimana sekolah-sekolah yang masih minim pendaftar itu agar mendapat murid,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika