NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus kekurangan murid terjadi di SMPN pinggiran. Hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili, sejumlah SMPN pinggiran tak mampu memenuhi pagunya.
SMPN 5 Kertosono masih nihil pendaftar. Kemudian, SMPN Satu Atap Rejoso hanya ada 12 pendaftar. Lalu, SMPN Satu Atap Sawahan hanya 7 pendaftar.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk memberi solusi bagi SMPN yang masih kekurangan murid.
Yaitu, dengan membuka pendaftaran secara luar jaringan (luring) atau offline. "Bisa buka SPMB offline untuk SMPN yang kekurangan murid," ujar
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir.
Disdik terus berusaha keras di SPMB agar SMPN bisa menenuhi pagunya. Salah satunya adalah agar seluruh sekolah mendapat murid sesuai dengan jumlah kuota.
“Tentu harapan kami semua sekolah mendapat murid. Tapi ada beberapa sekolah yang tidak kebagian murid,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Disdik Nganjuk akan memberi kelonggaran bagi sekolah untuk terus membuka pendaftaran.
Namun, pendaftaran kali ini akan berbeda dengan empat jalur sebelumnya yang dilakukan secara online.
Karena untuk masa perpanjangan ini, pendaftaran hanya bisa dilakukan secara offline. Nantinya para murid dapat langsung ke sekolah yang dituju untuk mendaftar.
“Pendaftaran akan sama seperti online. Namun bedanya ini offline,” tambahnya.
Lebih lanjut, Munawir belum bisa memastikan kapan pendaftaran secara offline itu dapat dilakukan.
Namun kemungkinan proses tersebut dapat dilakukan setelah seluruh proses SPMB online rampung.
Sedangkan sesuai jadwal, proses SPMB online baru rampung pada 16 Mei mendatang.
Dengan rincian pada 13 Mei akan ada pengumuman jalur domisili. Lalu, 14 hingga 16 Mei akan berlangsung daftar ulang.
“Nanti sekolah akan kami berikan surat lanjutan terkait pendaftaran secara offline,” tandasnya.
Munawir berharap, upaya yang dilakukan oleh Disdik Nganjuk dapat berbuah hasil. Salah satunya agar semua sekolah dapat mendapat murid baru pada SPMB tahun ini.
“Semoga sekolah yang sebelumnya tidak ada pendaftar dapat mendapat murid baru,” tandasnya.
Sementara itu, Ya mengaku tidak tertarik sekolah di SMPN pinggiran karena di masyarakat masih ada anggapan SMPN favorit.
Karena itu, mereka berbondong-bondong mendaftar di SMPN favorit. "Semuanya itu ngejar masuk SMPN favorit makanya SMPN pinggiran selalu sepi pendaftar," ujarnya.(wib/tyo)
Editor : Elna Malika