NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk mengizinkan SMPN yang kekurangan murid untuk segera membuka sistem penerimaan murid baru (SPMB) secara offline.
Pendaftaran tersebut akan dibuka setelah daftar ulang jalur domisili rampung. Yaitu, pada 17 Mei mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, pendaftaran secara offline akan dimulai pada 17 Mei mendatang.
“Setelah daftar ulang jalur domisili ditutup, maka pendaftaran offline bisa dimulai,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Munawir mengatakan, pembukaan jalur offline ditujukan kepada sekolah yang masih kekurangan murid.
Tujuannya adalah memberi waktu tambahan pada sekolah tersebut agar dapat mencari murid sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kuota.
Tidak banyak perbedaan antara pendaftaran online dan offline. Yang membedakan hanya cara pendaftaran.
Pendaftaran online dilakukan melalui website yang telah disediakan Disdik Nganjuk. Sedangkan pendaftaran offline dapat dilakukan dengan datang ke sekolah tujuan.
“Berkas-berkas yang dibutuhkan juga masih sama seperti pendaftaran online,” tambahnya.
Lebih lanjut, Munawir berharap, upaya yang dilakukan oleh Disdik Nganjuk dapat berbuah hasil. Salah satunya agar semua sekolah dapat mendapat murid baru pada SPMB tahun ini.
“Semoga sekolah yang sebelumnya tidak ada pendaftar dapat mendapat murid baru,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Sawahan Nursalim mengatakan, sekolahnya akan menjadi salah satu sekolah yang membuka pendaftaran secara offline. Tujuannya untuk mencari murid dalam rangka memenuhi kuota.
“Pendaftaran offline akan dilakukan hingga menjelang tahun ajaran baru,” ujarnya.
SMPN 2 Sawahan masih kekurangan murid. Total kuota murid untuk tahun ajaran baru 2025/2026 adalah 64 siswa. Sedangkan, baru ada 20 murid yang mendaftar.
“Kami terus berusaha untuk memenuhi kuota,” tambahnya.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa SMPN di Kabupaten Nganjuk sepi pendaftar. Setidaknya ada tiga SMPN yang memiliki pendaftar paling sedikit.
Seperti SMPN Satu Atap Rejoso, SMPN Satu Atap Sawahan, dan SMPN 5 Kertosono.
Untuk Satu Atap Rejoso, jumlah murid yang mendaftar hanya 12 murid. Lalu, Satu Atap Sawahan hanya 7 murid. Sedangkan, SMPN 5 Kertosono masih nihil pendaftar. (wib)
Editor : Elna Malika