Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mobile Legends Resmi Jadi Ekstrakurikuler di Surabaya, Emil Dardak: Lebih dari Sekadar Mabar

Elna Malika • Minggu, 25 Mei 2025 | 20:50 WIB
Game Mobile Legends
Game Mobile Legends

JP Radar Nganjuk - Surabaya mencetak sejarah sebagai kota pertama di Indonesia yang menjadikan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sebagai ekstrakurikuler resmi di sekolah-sekolah mulai tahun ajaran 2025/2026.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Moonton Games, pengembang Mobile Legends.

Inisiatif ini tidak sekadar mengakomodasi popularitas game di kalangan pelajar, tetapi bertujuan menanamkan nilai-nilai edukasi melalui dunia esports yang kian digemari generasi muda.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut baik langkah inovatif ini.

Dalam sambutannya di acara peluncuran program MLBB Teacher Ambassador di Surabaya pada Kamis (15/5/2025), Emil menegaskan bahwa ekstrakurikuler Mobile Legends bukan hanya tentang "main bareng" (mabar).

"Ini bukan soal bermain game semata, tetapi bagaimana kita membimbing anak-anak untuk belajar disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas melalui platform yang mereka sukai," katanya.

Ia menilai program ini sebagai bentuk pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dinas Pendidikan Surabaya menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung kurikulum berbasis teknologi yang sedang digalakkan Kementerian Pendidikan, seperti pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan coding.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Tri Endang Kustianingsih, menyatakan bahwa Mobile Legends dapat menjadi media pembelajaran yang menarik.

"Game ini mengajarkan siswa untuk berpikir strategis, berkomunikasi efektif, dan mengambil keputusan cepat dalam situasi kompetitif," ujarnya.

Sebanyak 300 guru telah menjalani pelatihan khusus untuk memastikan kegiatan ini terarah dan bermakna.

Pelatihan guru melalui program MLBB Teacher Ambassador menjadi salah satu kunci keberhasilan inisiatif ini.

Guru-guru dilatih untuk tidak hanya memahami mekanisme permainan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan seperti etika digital dan pengelolaan waktu.

"Kami ingin siswa belajar menyeimbangkan antara hiburan dan tanggung jawab akademik," tambah Tri Endang.

Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif seperti kecanduan game, yang sering menjadi kekhawatiran orang tua.

Pakar IT dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Lukman Hakim, menilai program ini sebagai langkah progresif.

Menurutnya, Mobile Legends sebagai ekstrakurikuler dapat menjadi wadah untuk mengasah keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah dan kolaborasi.

"Dengan pendampingan yang tepat, game ini bisa mengurangi stereotip negatif tentang gaming, seperti agresivitas atau isolasi sosial," jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi esports sebagai jalur karier, mulai dari atlet profesional hingga profesi pendukung seperti pelatih atau analis data esports.

Selain manfaat edukasi, program ini juga bertujuan memperkenalkan siswa pada peluang di industri esports yang sedang berkembang pesat.

Data dari Asosiasi Esports Indonesia (IESPA) menunjukkan bahwa industri ini telah menyumbang miliaran rupiah bagi ekonomi nasional.

Dengan mengenalkan konsep esports sejak dini, Surabaya berharap dapat mencetak talenta muda yang siap bersaing di kancah global, baik sebagai pemain maupun profesional di bidang terkait seperti desain game atau manajemen turnamen.

Orang tua dan masyarakat juga diajak untuk mendukung program ini dengan memahami bahwa Mobile Legends sebagai ekstrakurikuler bukan sekadar hiburan.

"Kami mengedukasi orang tua bahwa ini bukan tentang membiarkan anak bermain tanpa batas, tetapi membimbing mereka untuk memahami tanggung jawab digital," ujar salah satu guru pelatih, Anita Sari.

Sekolah-sekolah juga akan menerapkan aturan ketat, seperti pembatasan waktu bermain dan evaluasi berkala untuk memastikan dampak positif bagi siswa.

Ke depannya, program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi dan hiburan dalam pendidikan.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan pengawasan yang ketat, ekstrakurikuler Mobile Legends di Surabaya bukan hanya tentang mencetak pemain handal, tetapi juga generasi muda yang cerdas secara digital, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan era industri 4.0.

Langkah ini membuktikan bahwa game, jika diarahkan dengan bijak, dapat menjadi alat pendidikan yang powerful.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#mlbb #surabaya #mobile legends #radar nganjuk berita hari ini #ekstrakurikuler #inovatif #sekolah #emil dardak