Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Rayon Empat SPMB SMAN di Nganjuk Paling Ketat, Begini Kondisi Persaingan Siswa Berebut Kursi

Karen Wibi • Jumat, 30 Mei 2025 | 13:00 WIB
Rayon Empat SPMB SMAN di Nganjuk Paling Ketat, Begini Kondisi Persaingan Siswa Berebut Kursi
Rayon Empat SPMB SMAN di Nganjuk Paling Ketat, Begini Kondisi Persaingan Siswa Berebut Kursi

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN di Kabupaten Nganjuk akan berlangsung ketat. Karena jumlah kursi atau pagu SMAN tidak sebanding dengan pendaftar. Bahkan, yang paling ketat, satu kursi dapat diperebutkan empat siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jatim Wilayah Nganjuk Evi Dwi Widadjanti menjelaskan, pagu tiap SMAN berbeda. Begitu juga dengan jumlah lulusan siswa SMP di masing-masing wilayah rayon.

“Kami sudah petakan jumlah lulusan dan kuota di masing-masing rayon,” ujar Evi.
Dari kelima rayon di Nganjuk, rayon empat akan menjadi wilayah yang persaingannya paling ketat.

Itu jika dilihat dari jumlah kuota kursi dan jumlah lulusan SMP di wilayah tersebut. Diketahui rayon empat meliputi SMAN 1 Tanjunganom, SMAN 1 Prambon, dan SMAN 1 Ngronggot.

Secara berurutan, kuota untuk masing-masing sekolah itu adalah 360 kursi, 360 kursi, dan 288 kursi. Jika ditotal maka hasilnya adalah 1.008 kursi. Sedangkan, jumlah lulusan SMP di wilayah tersebut mencapai 3.755 murid.

Artinya, tingkat keberhasilan siswa untuk lolos hanya 26,84 persen. Atau satu kursi yang diperebutkan empat siswa.

Sedangkan, urutan kedua ada di rayon 1. Rayon 1 itu meliputi SMAN 1 Nganjuk, SMAN 1 Berbek, dan SMAN 1 Loceret. Secara berurutan ketiga sekolah itu memiliki kuota kursi sebanyak 396, 288, dan 288.

Jika ditotal hasilnya adalah 972 kursi. Sedangkan jumlah lulusan sebanyak 3.269. Artinya persentase keberhasilan hanya 29,73 persen.

Selanjutnya adalah rayon lima yang meliputi SMAN 1 Kertosono dan SMAN 1 Patianrowo. SMAN 1 Kertosono memiliki kuota kursi sebanyak 396.

Sedangkan, SMAN 1 Patianrowo juga menyediakan 396 kursi. Jika ditotal maka jumlahnya adalah 792. Sedangkan, jumlah lulusan mencapai 2.469 kursi. Artinya, persentase untuk keberhasilan diterima di dua sekolah tersebut hanya 32,07 persen.

Lebih lanjut, rayon 2 dan 3 akan menjadi wilayah yang paling longgar persaingannya. Di rayon 2 yang meliputi SMAN 2 Nganjuk, SMAN 1 Sukomoro, dan SMAN 1 Pace memiliki total pagu sebanyak 950 siswa.

Sedangkan, jumlah lulusan SMP sebanyak 2.082 siswa. Artinya, persentase siswa masuk di antara ketiga sekolah itu mencapai 46,84 persen.

Tak jauh berbeda dengan rayon tiga. SMAN yang termasuk ke dalam rayon tiga itu adalah SMAN 3 Nganjuk, SMAN 1 Rejoso, dan SMAN 1 Gondang.

Total kuota yang tersedia mencapai 1.044. Lalu, jumlah lulusan mencapai 2.491. Artinya persentase masuk ketiga SMAN itu mencapai 41,91 persen.

Evi menjelaskan, secara hitung-hitungan, maka hasilnya seperti itu. Meski demikian ada kemungkinan hitung-hitungan tersebut sedikit berbeda dengan fakta di lapangan.

Karena dipastikan ada beberapa murid yang tidak memilih bersekolah di SMAN. Melainkan juga di SMKN dan SMA atau SMK swasta.

“Murid yang berada di rayon tertentu juga mayoritas pasti memilih sekolah yang paling favorit,” tambahnya sembari mengatakan rayonisasi bertujuan untuk memeratakan pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Susanti, 46, warga Kertosono lebih sreg tidak ada rayonisasi di SPMB SMAN. Karena siswa bisa mendaftar di mana saja. Termasuk, di SMAN yang berada di Kota Kediri atau Kabupaten Kediri.

"Saya lebih setuju NUN jadi acuan SPMB. Jadi anak bisa daftar ke SMAN mana saja," ujarnya.

Tanpa ada rayonisasi, siswa akan terpacu belajar. Karena mereka akan berlomba mendapatkan NUN tinggi. Karena nilai jadi acuan diterima atau tidak.

"Siswa itu wajib belajar. Jangan mengandalkan rumah orang tua untuk masuk SMAN yang diinginkan," tandasnya.
(wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kacabdindik #SMAN #Berita Hari Ini #kuota #spmb #nganjuk #radar nganjuk #KOTA ANGIN