Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Prima Magang Kemenag: Strategi Baru Cetak Lulusan Siap Kerja.

Jauhar Yohanis • Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:44 WIB

PRIMA, Program magang Kemenag lanjutan dari MBKM
PRIMA, Program magang Kemenag lanjutan dari MBKM

JP Radar Nganjuk - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) meluncurkan program unggulan bernama Prima Magang atau Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academic. Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan klasik dunia pendidikan tinggi di Indonesia: rendahnya tingkat serapan lulusan ke dunia kerja (employability) dan kesenjangan keterampilan antara kampus dan industri.

Prima Magang melibatkan ribuan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Palembang, hingga UIN Pekalongan. Totalnya, sekitar 1,2 juta mahasiswa dari 59 PTKIN serta lebih dari 800 Perguruan Tinggi Islam Swasta tersebar dari Aceh hingga Papua Selatan.

Menurut Prof. Sahiron, salah satu penggagas program, inisiatif ini bukan hanya soal menyediakan tempat magang. “Ini soal mempersiapkan mahasiswa dengan sikap profesional, akhlak mulia, dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-61 Global Innovation Index, di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Tingkat produktivitas tenaga kerja nasional juga masih rendah, dengan hanya sekitar 62 persen lulusan perguruan tinggi yang terserap dunia kerja. Kondisi ini diperparah oleh ketidaksesuaian kurikulum kampus yang rata-rata direvisi lima tahun sekali, sementara industri memperbarui kebutuhan keterampilan hampir setiap tahun.

Tak heran jika banyak HR di perusahaan besar mengaku kesulitan mencari lulusan fresh graduate yang benar-benar “fit” dengan kebutuhan pasar. “Padahal mereka sudah keliling kampus-kampus besar di Indonesia, tapi tetap saja target rekrutmen sering tidak tercapai,” ujar seorang narasumber dari pihak industri.

Prima Magang terinspirasi dari praktik di kampus-kampus top dunia seperti MIT, NUS, dan NTU yang mendorong mahasiswa untuk magang sejak tahun kedua kuliah. Di NTU Singapura, misalnya, mahasiswa bahkan berkesempatan mengikuti global internship untuk memperluas wawasan dan jaringan internasional.

Menurut Kemenag, inisiatif ini juga membawa nilai tambah spiritual. “Di kampus-kampus di bawah Kemenag, tanggung jawab rektor itu bukan hanya meluluskan mahasiswa, tapi juga memastikan mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kalau tidak, itu bisa jadi beban moral bahkan dosa,” ungkap Prof. Sahiron.

Program Prima Magang dirancang terstruktur, terencana, dan berkelanjutan. Tidak sekadar mendorong mahasiswa mencari tempat magang sendiri, tetapi menjadi jembatan nyata antara dunia akademik dan dunia profesional. Harapannya, kapabilitas, produktivitas, kreativitas, dan inovasi lulusan meningkat signifikan sehingga memperbaiki peringkat employability Indonesia di mata dunia.

Dengan Prima Magang, Kemenag ingin memastikan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar pabrik ijazah, tetapi benar-benar mencetak generasi muda yang siap bersaing, baik di pasar kerja nasional maupun global.

Editor : Jauhar Yohanis
#UIN #mbkm #kemenag #prima #program magang