NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jor-joran nilai rapor langsung tersaji di hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap kedua jalur nilai prestasi akademik. Persaingan ketat terjadi di SMAN favorit. Di SMAN 2 Nganjuk, nilai rata-rata rapor di bawah 89 langsung out kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Nganjuk Iwan Triyono mengatakan, persaingan SPMB tahap kedua di Nganjuk berlangsung sengit untuk SMAN yang dianggap favorit. “Nilai rata-rata rapor yang jadi acuan diterima atau tidaknya siswa,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Iwan menjelaskan, pendaftar dengan nilai tertinggi ada di SMAN 2 Nganjuk. Hingga kemarin (22/6) pukul 12.00 WIB, nilai tertinggi pendaftar di Smada mencapai 93,45. Sedangkan, nilai terendah adalah 89,02. Otomatis, nilai di bawah itu harus out dari persaingan. “Total pendaftar di SMAN 2 Nganjuk hingga siang ini (kemarin, Red) mencapai 92 siswa,” tambahnya.
Tak jauh berbeda dengan Smada, di SMAN 1 Kertosono hingga siang kemarin sudah ada 96 siswa yang mendaftar. Dengan nilai tertinggi yaitu 91,63. Sedangkan, nilai terendah adalah 87,49.
Baca Juga: Jor-joran Nilai Rapor SMP, PGRI Nganjuk Dukung Nilai Ujian Nasional untuk SPMB Tahun Depan
Persaingan sengit juga terjadi di SMAN 1 Tanjunganom. Hingga siang kemarin sudah ada 90 pendaftar. Dengan nilai tertinggi 91,24. Sedangkan, nilai terendah 87,78.
Lalu bagaimana dengan SMAN 1 Nganjuk? Menanggapi pertanyaan itu, Iwan mengatakan, persaingan di Smasa juga sangat sengit. Hingga siang kemarin sudah ada 96 pendaftar. Dengan nilai tertinggi 90,06. Lalu nilai terendah adalah 88,44.
Iwan mengatakan, posisi pendaftar masih bisa berubah. Karena diketahui proses pendaftaran tahap kedua masih akan dibuka hingga malam nanti pukul 21.00 WIB. “Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online,” imbuhnya.
Baca Juga: Bukan Jam 23.59. Catat Tanggal dan Jam Jadwal SPMB SMAN Tahap Kedua di Kabupaten Nganjuk
Perlu diketahui, ada tujuh mata pelajaran yang digunakan dalam menghitung rata-rata nilai. Yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; Bahasa Indonesia; Matematika; Ilmu Pengetahuan Alam; Ilmu Pengetahuan Sosial; Bahasa Inggris. Nilai rata-rata tersebut akan dikurangi dengan nilai indeks sekolah.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi SPMB yang selama ini berjalan.
Terkait jor-joran sekolah memberikan nilai rapor agar siswanya bisa diterima di SMAN favorit, Mu'ti mengatakan sudah menyiapkan solusi di SPMB tahun depan. "Kami akan gelar ted kompetensi akademik (TKA) untuk siswa kelas VI, IX, dan XII," ujarnya.
Baca Juga: Pendaftar di SMAN 1 Kertosono Overload, Persaingan SPMB Tahap Satu Ketat!
Hasil TKA tersebut akan digunakan untuk acuan SPMB SMPN, SMAN, dan SMKN. Kemudian, untuk siswa kelas XII, hasil TKA bisa jadi salah satu cara masuk perguruan tinggi negeri (PTN). "TKA nanti tidak jadi acuan lulus atau tidaknya siswa," tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis