Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

6 x 4 = 26? Ngeri! Gara-Gara Sleep Call, Siswi SMK Ini Lupa Matematika Dasar

Karen Wibi • Jumat, 27 Juni 2025 | 01:25 WIB

sleep call bikin siswa malas belajar, jadi kesulitan pelajaran
sleep call bikin siswa malas belajar, jadi kesulitan pelajaran

Sleep Call Bikin Siswa Tidak Bisa Berhitung 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Dampak sleep call benar-benar terasa. Siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Angin mengaku kesulitan dalam mata pelajaran matematika. Bahkan, matematika dasar atau di tingkat sekolah dasar (SD), dia kesulitan menjawab. Saat wartawan koran ini bertanya tentang perkalian 6 x 4, dia tidak bisa menjawab dengan benar. “6 x 4 itu sama dengan 26 pak,” jawabnya. 

Meski sudah menggunakan jarinya untuk menghitung tetapi No tetap tidak bisa menjawab dengan benar. Menurut perhitungannya, 6 x 4 itu masih tetap 26. “4 x 5 kan sama dengan 20. Terus ditambah 6. Jadi 6 x 4 itu sama dengan 26 Pak,” ujarnya.

Jawaban No tersebut membuat temannya Gu, ragu. Dia mencoba mencari jawaban lewat table perkalian di Google. Hasilnya, dia menemukan jika 6 x 4 itu sama dengan 24. “Harusnya 24. Ini lo di Google ada,” ujarnya sambil menunjukkan table perkalian di smartphonenya. 

Selain tidak bisa menjawab dengan benar terkait perkalian, No juga tak memahami pembagian. Dia tidak bisa menjawab untuk soal cerita sederhana. Yaitu, besi dengan panjang satu meter dibagi 25 sentimeter (Cm) menjadi berapa potong. “Pusing saya kalau matematika,” akunya. 

Baca Juga: Tertidur di Kelas Gara-Gara Sleep Call, Lolos Sekolah Andalkan Domisili!

Remaja cewek ini mengakui, jika dampak sleep call dengan pacarnya membuat dia tidak bisa fokus di sekolah. Setiap hari, dia hanya ngantuk dan tertidur di kelas. Beruntung, nilai rapor yang diberikan gurunya sejak duduk di bangku SMP hingga SMK tidak pernah jeblok. Sehingga, orang tuanya tidak memahami kemampuan sang anak. “Saya saat SMP itu zamannya Covid-19. Jadi, sekolahnya online,” dalihnya. 

Selain tidak menguasai materi pelajaran, No dan Gu mengaku jika sleep call membuat smartphonenya cepat rusak. Karena harus video call semalaman dan baterai di-charge berjam-jam membuatnya cepat rusak. “Baterai handphone cepat drop,” ungkapnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi meminta kepada orang tua untuk mengawasi anaknya di rumah. Penggunaan smartphone juga harus dibatasi saat liburan sekolah. Karena smartphone itu seperti pisau bermata dua. “Smartphone bisa bermanfaat untuk pendidikan tetapi juga bisa merusak generasi muda jika salah penggunaannya,” ujarnya. 

Sopingi mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam pengawasan penggunaan smartphone dan pergaulan siswa. Karena waktu paling banyak dihabiskan anak di luar sekolah. Apalagi, saat ini, libur kenaikan kelas. “Harus diisi kegiatan yang positif saat libur sekolah,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#sleep call #hitung #matematika