Sementara itu, Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN jalur domisili berbeda dengan jalur zonasi tahun lalu. Yang jadi ranking tidak lagi jarak rumah dengan sekolah. Namun, nilai rapor siswa. Jarak rumah hanya jadi penentuan rayon SMAN. Karena itu, kemarin, banyak siswa yang nilai rapor jelek harus gigit jari di pilihan pertama.
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk Iwan Triyono mengatakan SPMB tahap ketiga digunakan untuk jalur domisili untuk SMAN dan SMKN. Untuk jalur domisili ini ada dua. Yaitu jalur domisili reguler dan domisili sebaran. Untuk domisili reguler mendapat jatah 20 persen dari total pagu. Sedangkan, domisili sebaran mendapat jatah 15 persen. “Nilai rapor menjadi penentu ranking. Jika nilai sama maka jarak rumah dengan sekolah akan jadi penentuan,” ujarnya.
Iwan mengatakan SPMB tahap ketiga berjalan lebih ketat dibanding tahap pertama dan kedua. Salah satu alasannya karena tahap ketiga ini menjadi cara terakhir untuk siswa bersekolah di SMAN. “Tahap ketiga ini menjadi jalur terakhir bagi siswa yang ingin mendaftar di SMAN,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Hal itu juga yang menjadikan jalur domisili ramai pendaftar. Buktinya adalah ratusan siswa yang sudah mendaftar beberapa jam setelah pendaftaran dibuka. Kondisi itu dapat ditemui di beberapa SMAN favorit di Kabupaten Nganjuk. Seperti di SMAN 1 Nganjuk, SMAN 2 Nganjuk, SMAN 1 Tanjunganom, hingga SMAN 1 Kertosono.
Di SMAN 2 Nganjuk, hari ini (26/6) pukul 12.00 WIB, jumlah pendaftar sudah memenuhi kuota. Untuk nilai tertinggi di domisili reguler mencapai 89,20. Sedangkan, nilai terendah adalah 86,78. Hal tak jauh berbeda juga terjadi di SMAN 1 Nganjuk. Nilai tertinggi untuk domisili reguler di sekolah tersebut adalah 89,23. Sedangkan, nilai terendah 86,71. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis