Kecanduan Sleep Call Bikin Siswa Bodoh? Begini Penjelasannya!
Karen Wibi• Kamis, 3 Juli 2025 | 13:30 WIB
Photo
Dokter Spesialis Kejiwaan Dukung TKA Tahun 2025
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ketidakmampuan No, siswi SMK menghitung 6 x 4 karena kecanduan sleep call ternyata bukan karena kebetulan. Karena sesuai dengan medis, kecanduan sleep call membuat kecerdasan siswa menurun.
Hal itu seperti yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Kejiwaan RSD Nganjuk dr. Fendy Hardyanto SpKJ.
Dia mengatakan, ada kaitannya antara kecanduan sleep call dengan penurunan daya kognitif atau berpikir seseorang. “Tentu sleep call yang berlebih dapat menurunkan daya kognitif atau berpikir seseorang,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Fendy menjelaskan, ada kriteria orang yang dianggap sudah kecanduan sleep call. Salah satunya adalah orang itu melakukan sleep call tanpa melihat waktu. Contohnya adalah sleep call yang dilakukan hingga mengganggu waktu tidur.
Hal itu juga yang menjadikan sleep call dapat menurunkan daya kognitif seseorang. Karena normalnya, manusia harus tidur malam antara tujuh hingga delapan jam sehari. Namun dengan melakukan sleep call, waktu untuk tidur menjadi berkurang.
Nah, menurut Fendy, hal itu dapat menjadi masalah. Karena dipastikan dapat memengaruhi regenerasi sel pada tubuh.
Terlebih jika orang yang kecanduan tersebut masih di usia anak-anak atau remaja. “Apalagi kalau sleep call sampai Subuh atau tidak tidur. Dipastikan lama kelamaan hal tersebut akan jadi masalah besar,” tambahnya.
Lalu bagaimana untuk mengatasi hal tersebut? Menanggapi pertanyaan itu, Fendy mengatakan, orang tua memiliki peran paling krusial. Karena mayoritas, akses komunikasi seperti smartphone hingga fasilitas Wifi itu adalahpemberian dari orang tua. Alhasil orang tua harus tegas dalam melakukan pembatasan.
Pembatasan yang dimaksud salah satunya adalah dengan mengambil smartphone di waktu tertentu. Contohnya smartphone tidak boleh digunakan antara pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya.
Selain itu, Wifi juga dapat dimatikan di waktu tertentu. “Orang tua jangan sampai lengah. Harus benar-benar tahu apa yang dilakukan oleh anak-anaknya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fendy juga setuju dengan rencana diadakannya Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Karena menurutnya hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa dan juga orang tua. “TKA itu dapat menjadi motivasi agar siswa mau belajar dan tidak melakukan sleep call,” tandasnya. (wib/tyo)