Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Awas! Sleep Call & Medsos Bisa Gagalkan Masuk SMPN, SMAN, hingga PTN Mulai Tahun Depan.

Novanda Nirwana • Selasa, 15 Juli 2025 | 17:38 WIB

 
Jawa Pos Radar Nganjuk gelar FGD
Jawa Pos Radar Nganjuk gelar FGD

Jawa Pos Radar Nganjuk Gelar FGD Pendidikan

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Siswa kecanduan sleep call dan media sosial (medsos) harus segera berakhir. Karena di tahun ajaran baru ini, pemerintah akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA untuk siswa SD kelas VI SD, SMP kelas IX, dan SMA kelas XII. Nilai dari TKA ini akan jadi acuan untuk masuk SMPN, SMAN/SMKN, dan perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak lagi nilai rapor. Sehingga, siswa tidak bisa lagi menggantungkan sedekah nilai rapor dari guru untuk masuk SMPN, SMAN/SMKN, dan PTN.

“Agar hasil TKA siswa di Kabupaten Nganjuk maka semua yang terlibat harus mempersiapkan diri mulai sekarang,” ujar Karen Wibi, ketua panitia Focus Group Discussion (FGD) Jawa Pos Radar Nganjuk. 

Untuk itu, Jawa Pos Radar Nganjuk akan menggelar FGD dengan tema Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB. Diskusi akan digelar di Ruang Jayastamba Kantor Jawa Pos Radar Nganjuk besok. Rencananya, diskusi dimulai pukul 08.00 WIB. 

“Diskusi ini untuk mengurai persoalan pelajar di Nganjuk dan mencarikan solusinya agar mereka bisa siap menghadapi TKA dan SPMB 2026,” ungkap Karen. 

Menurut wartawan senior ini, dia kaget saat menemukan siswi SMK tidak bisa berhitung perkalian dasar. Soal 6 x 4 yang seharusnya bisa dijawab dengan mudah, justru gagal dijawab dengan tepat.

Bahkan, saat diberi pertanyaan matematika model cerita sederhana, siswi SMK tersebut mengaku pusing. Padahal, untuk tes TKA nanti di tingkat SD, SMP, dan SMA, mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi menyambut antusias FGD terkait Sleep Call, TKA, dan SPMB. Sopingi berencana untuk hadir langsung dalam diskusi tersebut. “Insya Allah saya akan hadir mulai pagi,” ujarnya. 

Sopingi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program untuk mencegah siswa di Kabupaten Nganjuk kecanduan handphone. Salah satunya adalah penerapan jam malam. Karena di jam-jam tersebut, siswa akan akrab dengan handphone dan melakukan aktivitas supersibuk bermedsos. (nov/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#Tes Kemampuan Akademik #fgd #sleep call #tka