Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Hari Ini Cari Solusi Kecanduan Sleep Call untuk Hadapi TKA

Karen Wibi • Rabu, 16 Juli 2025 | 14:23 WIB

PERSIAPAN FGD: Panitia memasang backdrop Forum Group Discussion Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 di Ruang Jayastamba Jawa Pos Radar Nganjuk. Hari ini disk
PERSIAPAN FGD: Panitia memasang backdrop Forum Group Discussion Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 di Ruang Jayastamba Jawa Pos Radar Nganjuk. Hari ini disk

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Bupati Marhaen Djumadi menyambut antusias Forum Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026’. Kang Marhaen mengatakan, diskusi terkait persoalan pendidikan tersebut sangat tepat. Apalagi, saat ini mulai tahun ajaran baru 2025/2026. “Bagus itu,” ujarnya. 

Untuk itu, Kang Marhaen-panggilan akrab Bupati Marhaen Djumadi berencana hadir langsung di diskusi terbatas tersebut. “Nanti setelah acara di Surabaya, saya akan langsung datang untuk ikut diskusi,” ujarnya kemarin. 

Sementara itu, Manajer Jawa Pos Radar Nganjuk Rully Prasetyo menjelaskan, FGD adalah agenda rutin Jawa Pos Radar Nganjuk. Diskusi membahas persoalan yang lagi ngetren adalah salah satu upaya mencari solusi atas persoalan dan menemukan inovasi untuk masa depan. “Sebelum diskusi terkait pendidikan ini, kami juga pernah menggelar diskusi tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN),” ujarnya. 

Rully mengatakan, Jawa Pos Radar Nganjuk sebagai media cetak terbesar di Nganjuk Raya ini selalu mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan. Karena salah satu fungsi media massa adalah pendidikan.  

Saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti merencanakan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SD kelas VI, siswa SMP/MTs kelas IX, dan SMA/SMK kelas XII maka wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk diterjunkan ke lapangan. Dia mengukur kemampuan siswa di bidang matematika. Mengapa matematika? Karena mata pelajaran yang diujikan di TKA tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK itu, salah satuya adalah matematika. 

Ironisnya, saat wawancara itu, wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk menemukan siswi kelas XII tidak mampu menjawab soal matematika dasar. Perkalian 6 x 4 tidak bisa dijawab dengan tepat. Apalagi, soal cerita sederhana. “Ada besi dengan panjang 1 meter dipotong 25 centimeter. Jadi berapa potong besi tersebut?”

Mereka justru mengaku pusing. Mengapa mereka tidak bisa menjawab dengan tepat? Ada yang menjawab karena sejak Covid-19, mereka jadi kecanduan medsos. Kemudian, kecanduan sleep call. Padahal, hasil TKA ini nanti akan digunakan untuk masuk SMPN, SMAN/SMKN, dan PTN. Karena guru sedekah nilai rapor sudah tidak berlaku lagi di SPMB tahun 2026. “Focus Group Discussion dengan tema Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 ini untuk mencari solusi dan menemukan inovasi untuk menjawab persoalan pelajar Nganjuk saat ini dan mewujudkan Indonesia Emas di 2045,” ungkap Rully. (wib/tyo)

Editor : Miko
#sleep call #diskusi #radar nganjuk #Marhaen Djumadi #siswa #bupati nganjuk #pendidikan