Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sleep Call Bikin Siswa Gagal Matematika! Ini 3 Jurus Bupati Nganjuk Hadapi SPMB 2026

Karen Wibi • Kamis, 17 Juli 2025 | 01:49 WIB

CEGAH KECANDUAN SLEEP CALL: Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan tiga program untuk mencegah sleep call dan mempersiapkan TKA saat focus group discussion di kantor Jawa Pos R
CEGAH KECANDUAN SLEEP CALL: Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan tiga program untuk mencegah sleep call dan mempersiapkan TKA saat focus group discussion di kantor Jawa Pos R

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Bupati Marhaen Djumadi membuktikan janjinya untuk datang di Forum Group Discussion (FGD) ‘Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Meski banyak kegiatan yang tidak bisa ditunda kemarin, Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi tetap datang ke Kantor Jawa Pos Radar Nganjuk menjelang akhir acara. “Diskusi ini sangat penting untuk dunia pendidikan di Nganjuk. Jadi, saya pasti datang,” ujarnya. 

Menurut Kang Marhaen, persoalan siswa kecanduan sleep call hingga tidak bisa matematika dasar adalah masalah serius. Dia pun berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk Roni S. Sya’roni.

“Saya berencana menerapkan tiga program untuk siswa di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya. 

Program pertama adalah jam malam. Di program ini, orang tua harus berperan aktif. Karena saat malam hari, mereka wajib mengawasi anaknya belajar pada malam hari. Bisa dimulai pukul 18.30 WIB-19.30 WIB atau 18.00 WIB-20.00 WIB. 

Lalu, program kedua adalah Kamis Jawa. Di SD dan SMP, siswa akan diwajibkan memakai pakaian Jawa dan berbahasa Jawa. Ini agar budaya Jawa tidak hilang di diri anak-anak Kota Angin.

Kemudian, program ketiga adalah Nganjuk Mengaji (Ngaji). Ini agar siswa Kota Angin dekat dengan Allah SWT dan memilik akhlak yang baik. “Tiga program ini akan kami godok sebelum diterapkan di Bulan Agustus nanti,” ujar Kang Marhaen. 

Untuk itu, Kang Marhaen berharap, masukan dari orang tua wali murid, siswa, dan guru. Harapannya, tiga program yang dirancang itu memberi manfaat yang maksimal ke siswa. “Setiap ada kebijakan saya ingin bottom-up. Tidak top-down,” ungkapnya. 

Sementara itu, Manajer Jawa Pos Radar Nganjuk Rully Prasetyo menyambut positif tiga program yang disiapkan Bupati Marhaen dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk meminimalisir kecanduan sleep call dan handphone. Karena upaya tersebut sebagai ikhtiar mempersiapkan generasi muda Kota Angin untuk menyongsong Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. 

Rully mengatakan, mayoritas siswa di Kota Angin yang tidak bisa matematika adalah masalah yang serius. Karena di TKA nanti, untuk siswa SD kelas VI, SMP kelas IX, dan SMA kelas XII, salah satu mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. Jika mereka tidak bisa menjawab soal matematika dasar, maka hasil yang didapat nanti akan sangat memprihatinkan. “Mumpung masih ada waktu karena masih awal tahun ajaran baru maka hal ini harus segera dibenahi,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#Tes Kemampuan Akademik #sleep call #tka #Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi #Dewan Pendidikan