FGD tentang Sleep Call, TKA, dan SPMB
Jawa Pos Radar Nganjuk menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema ‘Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026’. Di FGD kemarin (16/7), salah satu poin penting yang dibahas adalah tentang keterlibatan orang tua dalam mengatasi masalah anak. Salah satunya tentang kecanduan sleep call.
Dalam acara tersebut, JP Radar Nganjuk mengundang beberapa narasumber. Mulai dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk Roni S. Sya’roni, Dokter Teladan Nasional drg Ronny INK, Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono, Kepala SMAN 2 Nganjuk Samsi, Kepala MTs Aisyiyah Aris Nasution, perwakilan guru, perwakilan siswa, mahasiswa, hingga pegiat literasi.
Menurut Ari Wijayanti,guru SMPN 4 Nganjuk mengatakan, harus ada kolaborasi antara guru dan orang tua untuk mencegah kecanduan sleep call. Tidak bisa dipisahkan.
“Anak hebat dari orang tua yang terlibat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk Roni S. Sya’roni. Dia menyebut, ada sebab musabab antara ketergantungan sleep call dengan kehadiran orang tua di dalam kehidupan anak. Dari pengamatan pria yang akrab disapa Abah Roni itu, anak-anak yang ketergantungan sleep call umumnya tidak dekat dengan orang tua. “Ada kemungkinan anak-anak yang ketergantungan dengan sleep call atau hal yang menyenangkan itu terjadi karena kurang perhatian dari orang tua,” ujarnya.
Baca Juga: Sleep Call Bikin Siswa Gagal Matematika! Ini 3 Jurus Bupati Nganjuk Hadapi SPMB 2026
Tidak dekatnya orang tua dengan anak itu bermacam-macam. Ada yang terjadi karena perceraian. Namun, ada juga yang karena kesibukan orang tua dalam bekerja. Sehingga, tidak memperhatikan anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi mengatakan, dinas pendidikan tidak menutup mata terkait persoalan kecanduan sleep call yang membuat siswa tidak bisa matematika. Untuk itu, disdik mengajak guru dan orang tua harus memiliki visi dan misi yang sama untuk anak. “Mari kita siapkan generasi muda ini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Untuk itu, disdik sebagai pemangku kebijakan di bidang pendidikan dasar telah menyiapkan program-program. Mulai dari Jam Malam, Nganjuk Mengaji, dan Kamis Jawa. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis