Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

SPMB Diperpanjang. 10 SMPN di Nganjuk Masih Sepi Murid, Disdik Turun Tangan

Karen Wibi • Kamis, 17 Juli 2025 | 14:00 WIB

KURANG SISWA: Siswi SMPN 5 Kertosono di sekolah. 10 SMPN di Nganjuk masih membuka SPMB offline.
KURANG SISWA: Siswi SMPN 5 Kertosono di sekolah. 10 SMPN di Nganjuk masih membuka SPMB offline.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk kembali memperpanjang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMPN secara offline. Penyebabnya masih banyak sekolah yang kekurangan murid. Bahkan, menurut data terakhir, ada 10 SMPN yang pagunya belum terpenuhi.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir. Dia menyebut, setelah melakukan rapat evaluasi, Disdik Nganjuk akhirnya memutuskan untuk memperpanjang SPMB offline. “SPMB SMPN yang dilakukan secara offline kami perpanjang,” ujar Munawir kepada wartawan koran ini.

Munawir mengatakan, sebelumnya, SPMB offline dijadwalkan selesai saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sedangkan kemarin (14/7) menjadi hari pertama MPLS. Artinya, seharusnya SPMB offline telah usai. 

Baca Juga: Disdik Perpanjang SPMB SMPN Offline?

Namun ternyata Disdik Nganjuk tetap melanjutkan SPMB offline. Itu dilakukan setelah melalui rapat evaluasi kemarin. Dengan tujuan agar sekolah yang masih kekurangan murid dapat terus mencari murid untuk memenuhi pagu. “Kami masih memberikan kesempatan agar sekolah dapat memenuhi pagunya,” tambahnya.

Lalu ada berapa sekolah yang masih kekurangan murid? Menanggapi pertanyaan itu, Munawir menyebut masih ada 10 sekolah yang kekurangan murid. 10 sekolah tersebut adalah SMPN Satu Atap Lengkong; SMPN Satu Atap Sawahan, SMPN Satu Atap Rejoso, SMPN 1 Jatikalen, SMPN 2 Ngetos, SMPN 5 Kertosono, SMPN 2 Pace, SMPN 2 Berbek, SMPN 2 Rejoso, dan SMPN 2 Ngronggot. “Selain 10 SMPN yang kekurangan murid, tidak boleh ada SPMB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir mengatakan, belum memastikan kapan SPMB offline akan ditutup. Menurutnya penutupan untuk SPMB offline akan dilakukan setelah adanya rapat evaluasi kembali. “Nanti akan kami lakukan rapat evaluasi untuk mengetahui kapan SPMB akan ditutup,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#spmb #SMPN #mpls