HARUS KEPO: Wakil Dekan FKIP UPMS Nganjuk Rengga Yudha Santoso minta ortu aktif.
Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 (10)
Orang tua (ortu) menjadi garda terdepan untuk mencegah kecanduan sleep call pada anak. Oleh karena itu, ortu harus bisa sat set untuk mengatasi masalah yang dimiliki anak. Untuk mengetahui masalah itu, ortu diwajibkan untuk tidak gengsi bertanya tentang kegiatan anak sehari-hari. Bahkan, wajib bagi ortu untuk kepo dengan aktivitas sang buah hati.
“Semua masalah itu bisa diatasi dengan satu kalimat. Contohnya seperti, Mas atau Mbak hari ini ada apa?” ujar Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mpu Sindok (UPMS) Nganjuk Rengga Yudha Santoso.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk pada 16 Juli lalu, Rengga menyebut orang tua harus peka terhadap seluruh permasalahan yang dihadapi oleh anak. Entah itu masalah tentang sekolah, teman, dan yang lainnya.
Oleh karena itu, Rengga mengimbau kepada ortu untuk rajin bertanya tentang kejadian apa yang baru saja dialami oleh sang anak. Tujuan pertama tentu untuk bertanya tentang kejadian yang baru saja dialami oleh si anak. Namun lebih dari itu, Rengga berharap ortu dapat menjadi sosok yang selalu hadir di tengah permasalahan yang dialami oleh si anak.
Kalimat pertanyaan itu dapat menjadi awal mula ortu mengetahui masalah si anak. Sesaat setelah si anak bercerita, ortu harus bisa memberikan solusi tentang masalah itu. “Orang tua harus hadir di setiap masalah yang dihadapi oleh si anak,” tambahnya.
Karena ditakutkan, saat ortu tidak dekat dengan anak maka anak tersebut akan mencari solusi ke orang lain. Dan yang lebih ditakutkan lagi, saat bertanya ke orang yang tidak kompeten, si anak dapat terjerumus. Salah satunya adalah dengan kecanduan sleep call. “Jangan sampai anak-anak kita kehilangan peran orang tua di kehidupan sehari-hari,” ingatnya. (wib/tyo)