Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kamis Jawa dan Jam Malam Jadi Legacy Sopingi

Karen Wibi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 18:10 WIB

PUNYA LEGACY: Mantan Kadisdik Sopingi memberi solusi saat FGD di JP Radar Nganjuk.
PUNYA LEGACY: Mantan Kadisdik Sopingi memberi solusi saat FGD di JP Radar Nganjuk.

Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 (15-Habis)

Sopingi memiliki legacy atau warisan sebelum dimutasi dari Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kabupaten Nganjuk. Setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk pada 16 Juli lalu, Sopingi mengeluarkan Surat Edaran Kadisdik untuk TK/PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Nganjuk.

SE tersebut memuat tiga program yang harus dijalankan TK/PAUD, SD, dan SMP di Kota Angin untuk mencegah siswa kecanduan sleep call. 

Tiga program yang menjadi legacy Sopingi itu adalah ‘Kamis Jawa, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya setiap Pukul 10.00 WIB, dan Jam Malam’. SE yang berlaku mulai 17 Juli 2025 itu hingga kemarin masih berjalan. Di program Kamis Jawa, Sopingi meminta semua siswa dan guru menggunakan bahasa Jawa saat kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Ini agar siswa bisa memahami budaya Jawa. Termasuk, penggunaan bahasa Jawa yang baik. 

Baca Juga: Pelajar Nganjuk Kecanduan Sleep Call! Kepala Sekolah Beberkan Ciri dan Cara Ampuh Mengatasinya

Kemudian, untuk program ‘Menyanyikan Lagu Indonesia Raya setiap Pukul 10.00 WIB’, Sopingi ingin agar siswa di Kabupaten Nganjuk tumbuh semangat nasionalisme. Karena para pahlawan telah berjuang dengan mengorbankan nyawa untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia. 

Lalu, di program Jam Malam, Sopingi ingin siswa tidak kecanduan handphone saat di rumah. Mereka bisa melepaskan handphone di tangan. Caranya, dengan melaksanakan program Jam Malam mulai pukul 18.00 WIB-20.00 WIB. Mereka wajib belajar. “Orang tua harus mengawasi saat Jam Mala mini,” tandas Sopingi. 

Jika tiga program tersebut dijalankan dengan baik, Sopingi optimistis Generasi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang bisa terwujud. Karena program itu merupakan salah satunya cara menyiapkan generasi muda sejak saat ini. 

Sopingi berharap, kadisdik yang baru tetap mempertahankan tiga program tersebut. Karena program itu untuk siswa Kota Angin. Orang tua wali murid dan guru juga harus mendukung. “Indonesia Emas 2045 harus disiapkan sejak saat ini,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#legacy #kamis jawa #jam malam