JP RADAR NGANJUK-Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diterapkan tahun ini membuat sebagian pelajar merasa deg-degan. Perasaan itu juga dialami Dania Athadhiya Arif, yang kerap disapa Atha, siswi SMP Negeri 1 Kediri. “Pastinya deg-degan, soalnya awalnya kan nggak ada, terus tiba-tiba ada,” ungkapnya sambil tersenyum saat hadir di program Student Talk Radar Kediri.
Meski begitu, Atha mengaku TKA membuat dirinya lebih semangat belajar. Ia menilai tes ini penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa, terutama di bidang literasi dan numerasi. Apalagi, pihak sekolah sudah mempersiapkan siswa dengan berbagai cara, mulai dari latihan soal hingga kuis interaktif di kelas.
Baca Juga: WOW! SMAN 2 Nganjuk Tampil Spektakuler di Pawai Budaya, Bawa Burung Enggang Raksasa & IKN
Achmad Duski, M.Pd., guru SMP Negeri 1 Kota Kediri, menjelaskan bahwa TKA merupakan pengganti Ujian Nasional (UN). Hal ini tertuang dalam Permendiknas Nomor 9 Tahun 2025. Berbeda dengan UN yang bersifat wajib, TKA bersifat opsional. “Kalau sekolah atau jenjang yang dituju mensyaratkan hasil TKA, ya harus ikut. Kalau tidak, ya tidak masalah,” terangnya.
Menurut Duski, materi TKA lebih sederhana dibanding UN. Hanya mencakup literasi (Bahasa Indonesia) dan numerasi (Matematika). Meski opsional, sekolah tetap menyiapkan siswa secara maksimal. Ia mengemas pembelajaran dengan game, kuis, dan ice breaking agar suasana belajar tetap menyenangkan. “Kalau anak senang, mereka nggak merasa terbebani,” ujarnya.
Baca Juga: SMPN 2 Nganjuk Daftar Puluhan Siswa di KKA. Jadi Ajang Try Out TKA Tahun Depan
Sejumlah metode diterapkan, mulai dari latihan soal, kuis, hingga permainan edukatif. Suasana belajar dibuat santai tanpa mengurangi esensi materi. Menurut Atha, awalnya merasa gugup, namun metode belajar yang variatif membuatnya lebih nyaman. “Kalau belajarnya lewat permainan, jadi lebih bersemangat,” ujarnya.
Dengan strategi ini, sekolah berharap siswa mampu mengerjakan soal TKA secara optimal sekaligus terbiasa berpikir kritis. Pendekatan yang menggabungkan keseriusan dan suasana menyenangkan diyakini dapat mengurangi tekanan serta meningkatkan konsentrasi selama ujian.
Baca Juga: Anak Kecanduan HP? Fatherless Jadi Pemicu Utama, Bukan Sekadar Gadget
Soal keadilan, baik Duski maupun Atha sepakat TKA lebih adil dibanding UN karena tidak menjadi satu-satunya penentu kelulusan atau syarat naik jenjang. “Kalau ada jalur prestasi kan tetap bisa lanjut, meskipun tidak ikut TKA,” kata atha.
Duski berharap pelaksanaan TKA berjalan jujur dan adil, tanpa praktik curang. Ia bahkan menyarankan pemasangan CCTV di ruang ujian untuk meminimalisasi kecurangan. “Jujur itu akan membawa keberkahan,” pesannya.
Baca Juga: Persiapan TKA dengan Kompetisi Akademik. Panitia Beri Diskon Khusus HUT RI
Penulis : Annisa Aulia Mujiono-Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis