JP RADAR NGANJUK- Tanggal 14 Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi gerakan pramuka karena berusia tepat 64 tahun dengan tema kolaborasi untuk ketahanan bangsa telah diluncurkan oleh kwartir nasional gerakan pramuka. Peringkatan ini menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi pembentukan karakter seluruh warga negara khusunya generasi muda melalui Tri Satya dan Dasa Dharma.
Dalam gerakan pramuka, Tri Satya dan Dasa Dharma merupakan landasan moral dan etika yang perlu untuk dilakukan. Tri Satya sendiri adalah tiga janji pribadi yang harus diucapkan oleh seorang anggota saat pelantikan atau kegiatan resmi sebagai bentuk komitmen mengabdi pada negara, negara, dan sesama anggota.
Baca Juga: Sri Sultan Hamengkubuwono IX: Sang Bapak Pramuka Indonesia yang Menyatukan Kepanduan Nusantara
Sementara Dasa Dharma merupakan 10 pedoman sikap dan moral yang menjadi panduan untuk kegiatan sehari-hari anggota dan biasanya dibacakan oleh pembina saat upacara pembukaan serta penutupan baik saat latihan maupun upacara resmi. berikut makna-makna dari setiap isi dari Tri Satya dan Dasa Dharma.
Makna Tri Satya Pramuka
- Menjalankan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila
Tri Satya pertama ini bermakna bahwa setiap anggota perlu menempatkan nilai spiritual dan nasionalisme dalam posisi utama. Artinya setiap anggota harus taat beribadah sesuai agama yang dianut, mencintai negera dengan sepenuh hati dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: TKA Bikin Deg-Degan, Sekolah Genjot Persiapan Siswa. Bagaimana Sekolah Mempersiapkan Peserta Didiknya? - Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
Tri Satya kedua bermakna setiap anggota harus menumbuhkan jiwa sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sebagai contoh siap membantu siapapun dalam hal baik dan ikut berkontribusi dalam membuat lingkungan menjadi lebih baik. - Mematuhi Dasa Dharma
Tri Satya ketiga bermakna setiap anggota wajib menjadikan sepuluh pedoman atau nilai luhur Pramuka sebagai panduan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Inovasi kelas interaktif berbasis 3D dan AR dengan assembler edu untuk pembelajaran Di era digital
Makna Dasa Dharma Pramuka
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dasa Dharma pertama bermkana bahwa selalu mengingat dan beribadah kepada Tuhan. - Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Dasa Dharma kedua bermakna selalu menjaga lingkungan dan menumbuhkan kebiasaan peduli kepada orang lain. - Patriot yang sopan dan kestria
Setiap anggota harus selalu memiliki jiwa cinta tanah air, bersikap santun, dan membela kebenaran dengan keberanian. - Patuh dan Suka bermusyawarah
Patuh disini bermakna bahwa setiap anggota wajib menaati peraturan dan terbuka untuk berdiskusi mencari solusi atau mengambil keputusan. - Rela menolong dan tabah
Dasa dharma kelima bermakna bahwa setiap anggota selalu membantu siapapun yang mengalami kesulitan tanpa pamrih dan mampu bertahan saat ada kesulitan.
Baca Juga: Anak Kecanduan HP? Fatherless Jadi Pemicu Utama, Bukan Sekadar Gadget - Rajin, terampil, dan gembira
Setiap anggota harus memiliki semangat belajar yang tinggi, mau mengasah ketrampilan, dan tetap optimis dengan segala situasi. - Hemat, cermat, dan bersahaja
Setiap anggota dapat menggunakan sumber daya secara bijak, teliti dalam bertindak apapun, dan hidup sederhana tanpa berlebihan. - Disiplin, berani, dan setia
Dasa Dharma kedepalan bermakna bahwa disiplin, tepat waktu dalam segala kegiatan, berani mengambil keputusan, dan setia pada janji yang diucapkan. - Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Setiap anggota wajib memikul kewajiban dengan sungguh-sungguh dan menjaga kepercayaan orang lain terhadap diri dan instansi yang dibawanya - Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Dasa Dharma ke-10 bermakna bahwa setiap anggota harus menjaga kebersihan hatinya, berbicara dengan jujur , dan berperilaku baik setiap saat.
Baca Juga: WOW! SMAN 2 Nganjuk Tampil Spektakuler di Pawai Budaya, Bawa Burung Enggang Raksasa & IKN
Perayaan Hari Pramuka ke-64 bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk kembali menanamkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma di tengah derasnya arus digital. Nilai-nilai itu menjadi pengingat bahwa karakter, kepedulian, dan pengabdian akan selalu relevan, kapan pun dan di mana pun Pramuka berada.
Penulis: Aurora Putri Salsabillah Susanto - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis