Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Ternyata Belajar Berlama-lama Belum Tentu Bikin Kita Faham. Ini Penjelasannya menurut Psikolob Marty Lobdell

Internship Radar Kediri • Selasa, 2 September 2025 | 18:59 WIB
Professor Marty Lobdell mengungkap cara belajar efektif melalui bukunya Study Less, Study Smart
Professor Marty Lobdell mengungkap cara belajar efektif melalui bukunya Study Less, Study Smart

JP RADAR NGANJUK - Belajar lebih lama belum tentu membuat kita lebih paham. Professor Marty Lobdell, dosen Psikologi di Pierce College, Los Angeles, menekankan bahwa kunci belajar efektif terletak pada manajemen waktu dan kebiasaan. Lalu, bagaimana cara belajar yang efektif?

1. Bagi waktu belajar menjadi beberapa sesi pendek

Belajar non-stop selama berjam-jam belum tentu efektif. Setelah 30 menit, rasa bosan dan lelah akan muncul, sehingga hanya sebagian kecil waktu belajar yang benar-benar efektif. Solusinya, gunakan pomodoro teknik. Tentukan durasi belajar sesuai toleransi pribadi, biasanya 20–30 menit, lalu istirahat sejenak selama 5 menit. Lakukan hal ini secara berulang.

2. Buat area belajar khusus

Lingkungan belajar sangat memengaruhi konsentrasi. Hindari belajar di tempat tidur, depan TV, atau ruang yang memancing distraksi. Jika tidak memungkinkan ke perpustakaan, buatlah area belajar khusus di kamar. Hadapkan meja ke dinding, gunakan lampu belajar yang hanya dinyalakan saat belajar. Seiring waktu, otak akan otomatis mengenali lampu ini sebagai sinyal untuk fokus belajar.

3. Gunakan akronim untuk materi yang sulit

Membuat singkatan untuk istilah atau fakta yang sulit diingat akan memudahkan otak untuk menyimpannya. Misalnya, singkatan untuk urutan warna pelangi: MERAH, JINGGA, KUNING, HIJAU, BIRU, NILA, UNGU → MeJiKuHiBiNiU

4. Pahami konsep bukan hanya fakta

Memahami konsep berarti mengetahui makna, alur proses, dan hubungan antar-informasi, bukan hanya menghafal fakta. Contohnya, memahami cara kerja vaksin dalam membentuk antibodi jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui fakta bahwa vaksin “membuat antibodi.” Dengan memahami konsep, kita bisa menyesuaikan fakta baru tanpa kehilangan pemahaman dasar. 

5. Mengingat bukan hanya mengenali

Kita sering merasa sudah mengingat materi ketika membacanya, padahal sebenarnya hanya mengenali informasi saat melihat teks. Untuk melatih ingatan nyata, tulis kembali apa yang sudah dibaca atau dicatat tanpa melihat buku. Ini memastikan informasi tersimpan dalam memori aktif.

6. Ulangi materi 

Catat poin penting selama kelas, kemudian luangkan 5 menit segera setelah kelas untuk melengkapi catatan. Malam harinya, luangkan 10 menit lagi untuk mereview materi hari itu. Pengulangan sesegera mungkin membantu memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

7. Gunakan teknik SQ3R saat membaca buku

Survey yaitu baca sekilas bab untuk mendapatkan gambaran, subjudul, atau istilah baru. Kamu bisa mulai membaca bagian rangkuman (jika ada) untuk melakukan survey. Selanjutnya adalah Question yang dilakukan dengan membuat pertanyaan tentang informasi yang ingin dipahami (“Ini apa?”, “Kenapa terjadi?”). Terakhir adalah Read, Recite, Review yaitu membaca untuk menemukan jawaban, ulangi dengan kata-kata sendiri, lalu review kembali. 

8. Belajar sambil mengajarkan

Mengulang pelajaran dengan mengajarkan teman atau orang lain efektif karena melibatkan interaksi tanya jawab. Jika ada bagian yang tidak bisa dijelaskan, itu pertanda perlu dipelajari lagi. Metode ini memperkuat pemahaman sekaligus menguji seberapa dalam kita menguasai materi.

9. Jangan begadang

Tidur sekitar 8 jam sehari penting untuk menyimpan memori dan menjaga konsentrasi. Belajar sampai begadang justru merusak efektivitas belajar karena otak tidak mampu untuk memproses informasi secara optimal. 

 

Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

 

 

Editor : Jauhar Yohanis
#Strategi Belajar #belajar efektif #tips belajar #SQ3R #pendidikan