NGANJUK, JP Radar Kediri – Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember melakukan pendampingan khusus kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Pangan, Dusun Bruno, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Tim yang diketuai Suwinda Fibriani, S.P., M.Biotek. dari Program Studi Manajemen Agribisnis, PSDKU Nganjuk, dengan anggota Irzaq Galuh Pranata, S.P., M.P. (Manajemen Agribisnis, Kampus Bondowoso), Tiara Ayu Nugraha, S.Si., M.Biotek. (Manajemen Agribisnis, PSDKU Nganjuk), Dwi Putri Sunaryanti, S.Si., M.Si. (Manajemen Agribisnis, PSDKU Nganjuk), dan Amelia Dwi Nugrahaini, S.P., M.Sc. (Manajemen Agribisnis, Kampus Bondowoso) ini memberikan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas produksi atsiri mawar, sekaligus penguatan manajemen usaha dan digitalisasi pemasaran.
Dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas produksi atsiri mawar, petani mawar diperkenalkan pada penggunaan mesin destilator untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak atsiri.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital serta strategi digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar produk mawar.
Tidak hanya pelatihan, tim Politeknik Negeri Jember juga melaksanakan monitoring dan evaluasi atas program pendampingan yang telah berjalan. Fokus evaluasi mencakup peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, serta penguatan manajemen usaha kelompok petani agar lebih profesional dan berdaya saing.
Ketua Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember Suwinda Fibriani menjelaskan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan KTH Sumber Pangan sebagai percontohan pengembangan atsiri mawar berbasis teknologi dan digitalisasi usaha.
“Kami ingin para petani tidak hanya mahir dalam produksi, tetapi juga mampu mengelola keuangan dan memasarkan produk secara modern,” ujarnya.
Para petani menyambut antusias program ini. Menurut Ketua KTH Sumber Pangan Dusun Bruno, Ngliman Sawahan Bambang Heru Sukarwan pendampingan tersebut membuka wawasan baru sekaligus memberi harapan agar usaha tani mawar mereka bisa lebih berkembang.
Dengan adanya pendampingan berkelanjutan ini, Politeknik Negeri Jember berharap petani mawar Nganjuk dapat meningkatkan kesejahteraan melalui produk atsiri yang bernilai tinggi dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional.Baca Juga: Seru Belajar Kosakata Buah dalam Bahasa Inggris dengan Fruitpoly Berbasis Realita
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah