Dinas Pendidikan Nganjuk Gencar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak
Syahrul Andry Wahyudi• Kamis, 4 Desember 2025 | 20:53 WIB
LINGKUNGAN AMAN: Narasumber menjelaskan tentang SRA untuk siswa.
Upaya Ciptakan Lingkungan yang Peduli dan Inklusif
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk berupaya menciptakan lingkungan satuan pendidikan yang aman, bersih, sehat, peduli, dan inklusif. Upaya itu diwujudkan dengan menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) pada tahun ini.
Setidaknya ada dua sekolah yang menjadi lokasi sosialisasi SRA. Yakni di SMPN 3 Kertosono dan SMPN 1 Loceret. Sosialisasi diikuti ratusan peserta, mereka adalah para siswa di kedua sekolah itu.
Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan, SRA berupaya memberi perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah. Serta sembari mendukung partisipasi aktif anak dalam berbagai aspek yang diberlakukan pada satuan pendidikan tersebut. “Kita upayakan mewujudkan lingkungan sekolah aman, bersih, sehat. Siswa terlindungi dari kekerasan dan diskrimiasi. Termasuk pembelajaran yang menyenangkan dan bebas dari bullying,” ujarnya.
CEGAH BULLYING: Dinas pendidikan wujudkan sekolah ramah anak di Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu, Kabid SMP Disdik Kabupaten Nganjuk Munawir menambahkan, pada SRA, satuan pendidikan turut melibatkan dan bekerja sama dengan orang tua siswa. Yakni dengan cara membangun komunikasi terbuka dan dukung perkembangan anak secara holistik. “Semoga kerja sama yang baik dan komunitas untuk mendukung SRA,” tambahnya.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, sosialisasi SRA di kedua satuan pendidikan diikuti antusias oleh seluruh peserta. Dari awal hingga usai acara, peserta serius menyimak satu-persatu materi yang disampaikan narasumber.
WUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK: Dinas pendidikan menggelar sosialisasi di sekolah.
Adapun narasumber pada sosialisasi SRA adalah Wuri Astuti. Wuri yang sehari-hari sebagai Kepala SMPN 3 Kertosono telah memiliki segudang pengalaman dalam memimpin satuan pendidikan maupun mengajar pada siswa.
Dari pengalaman itu, peserta SRA nampak begitu menikmati sosialisasi. Selain materi penyampaian materi, Wuri juga mengemas sosialisasi dengan beberapa aktivitas interaktif agar suasana tidak tegang. (ik3/adv/tyo)