LESEHAN: Siswa kelas VI SDN Balonggebang I di Kecamatan Gondang mengerjakan soal try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) di musala karena kelasnya tergenang banjir kemarin.
Jadi Langganan Banjir saat Hujan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD di SDN Balonggebang 1, Kecamatan Gondang tak berjalan maksimal. Sebanyak 14 siswa harus mengikuti try out di musala sekolah. Penyebabnya sekolah tersebut kembali terkena banjir.
Kepala SDN Balonggebang 1 Ahmad Zabir mengatakan, akibat banjir, belasan siswa yang sedang mengikuti try out hari kedua harus mengungsi. “Ruang kelas tidak bisa digunakan. Anak-anak harus mengungsi di musala,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Ahmad menjelaskan, banjir yang terjadi di SDN Balonggebang 1 sudah terjadi berulang kali. Terakhir banjir serupa juga pernah terjadi pada November 2025. Kronologi terjadinya banjir juga sama. Hujan deras mengguyur sejak sore hari. Hingga menyebabkan banjir terjadi pada malam hari. Menjelang pagi, banjir setinggi lutut orang dewasa itu terus surut. Hingga menyisakan lumpur dan genangan air pada pagi harinya.
Siswa gotong royong membersihkan lumpur di dalam kelas.
Apesnya banjir selalu terjadi di hari aktif. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) selalu terganggu. Bahkan, kemarin (13/2), banjir mengganggu kegiatan try out TKA yang dilakukan oleh siswa kelas VI. “Ruang kelas VI masih dipenuhi lumpur. Tidak bisa digunakan,” tambahnya.
Sebagai gantinya, sebanyak 14 siswa kelas VI itu harus mengikuti try out di musala sekolah. Kegiatan try out itu dilaksanakan dengan sangat sederhana. Mereka mengerjakan soal tanpa ada alas meja. Mereka mengerjakan di lantai yang dilapisi dengan sajadah. “Kemarin (Kamis, red) anak-anak masih bisa mengerjakan di ruang kelas,” imbuhnya.
Sementara itu, proses pembersihan ruang kelas langsung dilakukan. Belasan guru dan puluhan siswa bekerjasama untuk membersihkan lumpur yang masih tersisa di ruang kelas.
Ahmad mengatakan, dia menyesalkan kondisi yang terjadi di sekolahnya. Bagaimana tidak, banjir berkali-kali terjadi di sekolah yang dipimpinnya. Alasannya pun selalu sama. Yaitu saluran air yang selalu macet. Dirinya pun berharap ada perbaikan dari pemerintah daerah. “Semoga segera ada perbaikan dari pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Restiyan Effendi langsung datang ke lokasi banjir. Dia melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah pasca banjir. Saat ini Disdik Nganjuk terus berkoordinasi dengan pihak lain untuk menyelesaikan masalah banjir. “Kami masih akan melakukan asesmen,” ujarnya. (wib/tyo)