Tampung 300 Siswa, Sekolah Rakyat Nganjuk Jadi Solusi Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu
Karen Wibi• Selasa, 3 Maret 2026 | 11:38 WIB
Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus menyiapkan kesiapan Sekolah Rakyat (SR) di Nganjuk.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus menyiapkan kesiapan Sekolah Rakyat(SR) di Nganjuk. Rencananya Sekolah Rakyat yang berada di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang mulai beroperasi pada Juli mendatang.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, di tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat di Nganjuk akan mulai beroperasi. “Tahun ini Sekolah Rakyat (SR) sudah akan mulai beroperasi. Saat ini proses pembangunan sedang dikebut,” ujarnya kepada awak media.
Marhaen mengatakan, hingga saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat sudah berada di angka sekitar 5 hingga 10 persen. Ditargetkan bangunan Sekolah Rakyat tersebut akan rampung pada Agustus 2026. Namun sebelum itu, pada Juli 2026, Sekolah Rakyat ditargetkan sudah akan membuka kelas untuk tahun ajaran baru.
Rencananya Sekolah Rakyat tersebut akan menampung 300 siswa. Dengan rincian masing-masing 100 murid untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Nantinya 300 murid tersebut juga akan tinggal di asrama Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Menurut Marhaen,300 murid tersebut berasal dari keluarga tidak mampu. Kini, Pemkab Nganjuk sedang berusaha untuk mencari calon-calon murid pertama untuk Sekolah Rakyat. “Hanya anak-anak dari keluarga yang tidak mampu yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat. Sedangkan, anak-anak dari keluarga menengah ke atas bisa bersekolah di sekolah negeri lainnya,” tandasnya.
Terpisah, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hingga saat ini proses pembangunan sekolah sedang dikebut. “Saat ini Sekolah Rakyat di Nganjuk sedang menyiapkan lahan. Nantinya proses pembangunan akan sangat cepat hingga rampung pada Agustus,” ujarnya.
Perlu diketahui, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran hingga Rp 911 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Anggaran yang bersumber dari APBN itu rencananya akan membangun bangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Dengan kontraktor pembangunanya yakni PT Brantas Abipraya.