JP Radar Nganjuk– Pemerintah merencanakan pemberlakuan kembali sistem pembelajaran daring (online) bagi siswa sekolah serta skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dimulai pada April 2026.
Langkah ekstrem ini diambil bukan karena alasan kesehatan seperti pandemi masa lalu, melainkan sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional. Pemerintah berupaya keras menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Baca Juga: Taspen Kediri Bantah Kenaikan Gaji dan Pensiun 2026 Sebesar 12 Persen
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan "kembali ke rumah" ini merupakan respons darurat terhadap eskalasi konflik global yang kian memanas. Ketegangan geopolitik tersebut berdampak langsung pada pasokan energi dunia, sehingga pengurangan mobilitas masyarakat dianggap sebagai solusi paling efektif untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri.Sektor Pendidikan dan Layanan Publik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data agar tidak mengganggu layanan publik, termasuk sektor pendidikan.
Penerapan WFA bagi ASN akan mengacu pada pengalaman pengaturan mobilitas saat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam. Pemerintah menilai infrastruktur digital yang sudah terbentuk saat itu menjadi modal yang kuat untuk menjalankan kebijakan ini tanpa melemahkan birokrasi.Hingga saat ini, pemerintah terus menyiapkan pelaksanaan teknis di lapangan agar transisi menuju sistem dare pada bulan April mendatang dapat berjalan sinkron di seluruh wilayah Indonesia.