Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menjelaskan bahwa total peserta yang terdaftar mengikuti TKA tahun ini mencapai 11.491 siswa. Pelaksanaan tes yang berlangsung secara daring ini dijadwalkan merentang mulai tanggal 6 hingga 16 April 2026. Meski jadwal nasional cukup panjang, durasi pelaksanaan di tiap sekolah akan sangat bergantung pada ketersediaan sarana komputer masing-masing.
Baca Juga: Nilai TKA Sumbang 60 Persen di SPMB SMP di Kabupaten Nganjuk
Puguh menyebutkan bahwa fleksibilitas waktu diberikan agar sekolah dapat menyesuaikan sesi ujian dengan jumlah perangkat yang dimiliki. Jika sebuah sekolah memiliki fasilitas komputer yang melimpah, TKA bisa diselesaikan hanya dalam waktu dua hari. Namun, bagi sekolah dengan keterbatasan sarana, durasi ujian bisa memakan waktu lebih lama sesuai kemampuan sarana dan prasarana. Secara keseluruhan, tercatat ada 90 SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh Nganjuk, yang menggelar ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini secara serentak.
Mantan Camat Baron tersebut juga memberikan peringatan keras agar seluruh siswa tidak terlambat hadir ke sekolah. Mengingat sistem yang digunakan bersifat daring, ketepatan waktu menjadi kunci agar proses masuk ke sistem ujian berjalan lancar tanpa kendala teknis. Imbauan serupa juga digaungkan oleh pihak sekolah guna memastikan mental siswa tetap tenang saat menghadapi soal-soal di layar komputer.
Baca Juga: Keterbatasan Komputer, Pelaksanaan TKA SMP di Nganjuk Digelar Bertahap Selama 4 Hari
Kesiapan matang salah satunya terlihat di SMPN 1 Nganjuk, di mana sebanyak 287 siswa siap berlomba meraih nilai terbaik. Kepala SMPN 1 Nganjuk, Winarti, mengungkapkan bahwa berkat dukungan 100 unit komputer yang memadai, pihaknya hanya memerlukan waktu dua hari, yakni pada 6 dan 7 April, untuk merampungkan seluruh sesi ujian. Persiapan intensif berupa try out dan bimbingan belajar tambahan pun telah dilakukan sepekan terakhir demi hasil maksimal.
Kondisi berbeda tampak di SMPN 1 Bagor yang menjadwalkan pelaksanaan TKA selama empat hari hingga 9 April mendatang. Kepala SMPN 1 Bagor, Murtaji, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah peserta maksimal 20 orang per sesi dilakukan sesuai dengan kapasitas perangkat yang tersedia saat ini. Meski durasi ujian lebih panjang, ia tetap optimistis anak didiknya mampu meraih hasil membanggakan karena nilai TKA ini memiliki bobot penting sebagai salah satu pertimbangan dalam proses Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB) di jenjang SMA nanti.