Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Calon Siswa SD di Kabupaten Nganjuk Serbu Jalur Domisili

Karen Wibi • Rabu, 8 April 2026 | 19:48 WIB

 

KERJA BAKTI: Siswa SD hingga warga membersihkan rumput di Alun-Alun Nganjuk kemarin.
SPMB di Kabupaten Nganjuk mulai dibuka

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai diserbu pendaftar. Hingga siang kemarin (7/4) sudah ada ratusan calon siswa yang mendaftarkan diri. Mayoritas mereka mendaftar pada jalur domisili.

          Dari data yang dihimpun koran ini, hingga pukul 10.30 WIB, sudah ada 138 calon siswa yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, 136 diantaranya mendaftarkan diri melalui jalur domisili. Sedangkan dua calon siswa mendaftar pada jalur mutasi. Sedangkan, jalur afirmasi masih nol pendaftar.

          Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto menerangkan, hingga siang kemarin, SPMB jalur domisili masih menjadi favorit bagi calon siswa. “Mayoritas mendaftar pada jalur domisili,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

          Puguh menjelaskan, kuota untuk jalur domisili lebih tinggi dibanding dua jalur lainnya. Karena sesuai petunjuk teknis (juknis) kuota untuk jalur domisili adalah minimal 75 persen dari total pagu. Lalu, kuota untuk afirmasi adalah 20 persen dan mutasi sebanyak 5 persen.

          Untuk bisa mendaftar jalur domisili, calon pendaftar wajib menyerahkan kartu keluarga (KK). Nantinya alamat pada KK akan digunakan untuk menentukan titik lokasi rumah ke sekolah. Siswa yang memiliki jarak paling dekat akan diterima pada sekolah tujuan. “Pendaftar wajib mengisi letak koordinat. Yaitu, berupa posisi lintang dan bujur,” tambahnya.

          Puguh mengatakan, hingga siang kemarin, sekolah dengan pendaftar terbanyak dipegang oleh SDN 1 Ganungkidul. Hingga pukul 10.30 WIB, sudah ada 60 pendaftar. Sebanyak 60 pendaftar itu mendaftarkan diri pada jalur domisili. Padahal, untuk SDN 1 Ganungkidul, jumlah kuota untuk jalur domisili hanya 65 kursi. “Jika sudah melebihi 60 pendaftar, maka akan ada seleksi. Siswa yang jarak rumahnya lebih jauh akan terlempar dan harus mendaftar di sekolah lain,” pungkasnya. (wib/tyo)

 

Editor : rekian
#sekolah dasar #Sistem Penerimaan Murid Baru 2025 #Kabupaten Nganjuk