Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Mati-matian Garap 30 Soal Matematika

Karen Wibi • Rabu, 8 April 2026 | 19:49 WIB
Siswa kelas IX di SMPN 1 Bagor saat mengerjakan tes kemampuan akademik (TKA) mata pelajaran (mapel) Matematika
Siswa kelas IX di SMPN 1 Bagor saat mengerjakan tes kemampuan akademik (TKA) mata pelajaran (mapel) Matematika

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Matematika masih menjadi momok bagi siswa SMP di Kabupaten Nganjuk. Terbukti, di hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA), peserta TKA dibuat pusing tujuh keliling mengerjakan 30 soal matematika. “Soalnya seperti setan. Panjang-panjang bikin waktu cepat habis,” ujar M. Iqbal Ditianto, siswa kelas IX SMPN 1 Bagor.

Menurut Iqbal, soal TKA ini berbeda dengan try out sebelumnya. Soal yang dianggap mudah hanya beberapa. Sedangkan, mayoritas soal matematika memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Harus mati-matian mengerjakan 30 soal,” ungkapnya.

          Meski kesulitan mengerjakan soal matematika, Iqbal mengaku menjawab semua soal. Dia berharap mendapat nilai terbaik dari 30 soal yang diujikan tersebut. Sehingga, dia bisa menggunakan nilai TKA untuk masuk SMAN favorit lewat jalur prestasi.

Setelah selesai mengerjakan soal TKA, Iqbal mengatakan, dia langsung fokus belajar materi Bahasa Indonesia. Karena hari ini, dia harus mengerjakan soal TKA Bahasa Indonesia. “Besok (hari ini, red) hari terakhir TKA,” tandasnya.

          Sementara itu, Kepala SMPN 1 Bagor Murtaji mengatakan, di SMPN 1 Bagor, TKA digelar selama empat hari. Yakni, mulai 6 hingga 9 April 2026. Untuk 6 dan 7 April digunakan untuk gelombang pertama. Sedangkan, 8 dan 9 April digunakan untuk gelombang kedua. “Satu gelombang dibagi menjadi tiga sesi per ruang laboratorium. Totalnya di sekolah ada tiga laboratorium. Sedangkan, masing-masing sesi ada 16 peserta yang ujian,” ujarnya.

          Hari pertama dan ketiga digunakan tes untuk mapel matematika. Siswa mengerjakan 30 soal dengan tingkat kesulitan yang beragam. Lalu ditutup dengan mengerjakan survei karakter. Sedangkan, hari kedua dan keempat digunakan untuk mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Jumlah soal yang diujikan sama. Dan ditutup dengan survei lingkungan belajar.

          Pada hari pertama, menurut Murtaji, tidak ada kendala yang terjadi dalam mengerjakan soal. Sarana dan prasarana (sarpras) yang digunakan saat ujian dapat bekerja dengan normal. “Kami menggunakan server semi online. Tidak ada masalah hingga sesi kedua,” tambahnya.

          Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan, sempat terjadi server error bagi sekolah yang menggunakan server full online. Penyebabnya karena server milik Kemendikdasmen RI banyak diakses sekolah dalam waktu bersamaan. Beruntung masalah tersebut dapat segera teratasi. Sehingga, TKA di Nganjuk dapat dilanjutkan dengan normal. “Belum ada masalah berarti di hari pertama,” ujarnya.

          Untuk memastikan TKA berjalan lancar, kemarin (6/4), pihak dari Disdik Nganjuk melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah. Seperti Puguh yang langsung datang ke SMPN 1 Sukomoro. “Kami sudah menerjunkan tim khusus untuk mengawasi jalannya TKA agar berjalan lancar,” tambahnya. (wib/tyo)

 

Editor : rekian
#mata pelajaran matematika #kabuapten nganjuk #Tes Kemampuan Akademik #siswa smp