NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pelatihan jurnalistik bersama Jawa Pos Radar Kediri di SMKN 1 Bagor berlangsung interaktif. Para siswa aktivis ekstrakurikuler (ekskul) jurnalistik dari sekolah kejuruan favorit di Jalan Raya Gandu, Kecamatan Bagor itu menyimak dengan antusias.
"Acaranya seru. Teman-teman aktif. Kami jadi berani bertanya hal-hal baru," ungkap Ahmad Fahad Hidayatullah, siswa kelas X SMKN 1 Bagor, usai kegiatan pelatihan di meeting room sekitar pukul 11.30, Sabtu (25/4).
Siswa jurusan desain komunikasi visual (DKV) ini berharap, ilmu pengetahuan yang didapat bisa menjadi bekal memajukan program ekstrakurikulernya di masa mendatang. Terutama mengembangkan media SMKN 1 Bagor dengan konten-konten yang edukatif serta inspiratif. “Dengan wahana komunikasi di web sekolah dan medsos (Instagram), kami akan praktikkan hasil pelatihan,” urainya.
Ketua Ekskul Jurnalistik SMKN 1 Bagor Ediesta Nazhril Ramadhani menambahkan, pelatihan bersama JP Radar Kediri tak cuma memperluas wawasan. Namun juga meningkatkan kapasitas dan keterampilan bidang kejurnalistikan. Yakni kemampuan mencari, mengolah, hingga menyajikan informasi yang layak dipublikasikan. “Termasuk kemampuan melakukan wawancara dan menulis. Jadi tahu bagaimana cara menulis berita dan artikel, ternyata beda ya,” ulas siswa kelas X yang karib disapa Dhani ini.
Pelatihan menghadirkan Endro Purwito sebagai pemateri dari JP Radar Kediri. Setelah paparan tentang pers dan dasar jurnalistik, acara yang dimulai sekitar pukul 07.30 tersebut dilanjutkan praktik wawancara. Sebanyak 25 peserta dibagi 4 kelompok. Setiap kelompok ada yang menjadi narasumber, reporter, dan fotografer. “Ini melatih keberanian, teamwork, percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi. Sekaligus belajar etika wawancara,” jelasnya.
Di akhir sesi, siswa praktik menulis berita dan artikel. Yang menarik, di antara karya tulis itu mendapat apresiasi dari panitia. Terpilih tiga karya yang layak dan memenuhi kriteria jurnalistik.
Guru Pembina Ekskul Jurnalistik SMKN 1 Bagor Prasetyaningtyas mengatakan, apresiasi tersebut untuk memacu semangat terus berkarya. Kompetensi siswa pun semakin terasah. Paparan materi yang cukup padat, menurutnya, memberi wawasan penting dalam pengelolaan media sekolah ke depan. "Kegiatan ini sangat menyenangkan karena kami mendapat banyak inspirasi baru," ujar pengajar yang akrab dipanggil Tyas ini.
SMKN 1 Bagor memang dikenal sebagai sekolah kejuruan yang siswanya banyak diterima kerja. Bahkan, sebelum mereka lulus. Ini membuktikan bekal kemampuan yang diberikan sekolah telah diakui. Sehingga banyak dibutuhkan dunia kerja. Tak hanya itu, pencapaian jalur SNBP di perguruan tinggi negeri (PTN) pun meningkat. Dari sebelumnya 6 siswa, tahun ini naik menjadi 10 siswa. Ada pula siswanya yang terpilih menjadi paskibra. “Kami juga dapat penghargaan di LKS,” imbuh Tyas mendampingi Kepala SMKN 1 Bagor Supriyono S.Kom MAP serta Waka Kesiswaan Widi Wiyono.(p2/ndr)
Editor : Karen Wibi