NGANJUK, JP Radar Kediri- Guru di Kabupaten Nganjuk harus kerja ekstrakeras. Pandemi Covid-19 membuat kualitas pendidikan mengalami penurunan. Siswa yang harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring saat Covid-19 merajalela selama dua tahun sangat berdampak. “Ada siswa SMP yang masih gratul-gratul membaca. Ada juga siswa yang tidak bisa perkalian dasar,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto.
Karena itu, Puguh meminta semua guru SD dan SMP di Kabupaten Nganjuk untuk bekerja ekstrakeras. Mereka harus meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya ibaratkan siswa saat ini tidak sedang tidur tetapi pingsan. Jadi, harus ada usaha ekstra untuk membangunkannya. Karena jika tidur, ditepuk saja sudah bisa bangun tetapi ini kondisinya pingsan jadi harus sangat ekstra agar sadar,” terangnya.
Mantan kepalaWik dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) ini mengatakan, salah satu upaya dinas pendidikan agar guru bisa membangunkan adalah meningkatkan kapasitas guru. Caranya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru di Era Artificial Intelligence (AI) dan Komunikasi Digital pada 28-29 April 2026. Karena saat ini, perkembangan teknologi sangat pesat. Penggunaan AI untuk membantu manusia termasuk guru harus dimaksimalkan.
Puguh mengingatkan, guru mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) sebanyak 14 kali dalam setahun. Salah satu tujuan pemberian tunjangan itu adalah meningkatkan kompetensi guru. Hal itu diatur di Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Permendikdasmen) No 4/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Aparatur Sipil Negara Daerah. “10 Persen dari TPG itu harus untuk mengupgrade skill guru,” ujarnya.
Sementara itu, Wiko Wahyu, salah satu peserta Bimtek tentang Peningkatan Kapasitas Guru di Era AI dan Komunikasi Digital mengatakan, bimtek yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk kerja sama Jawa Pos Radar Kediri sangat bermanfaat. “Dalam kehidupan sehari-hari, kami sudah menggunakan AI. Termasuk, saat membuat soal untuk siswa,” ujarnya.
Guru SDN 5 Sonoageng ini berharap, bimtek semacam ini sering digelar. Sehingga pemahaman tentang dunia digital termasuk penggunaan AI untuk meningkatkan kualitas pendidikan bisa meningkat. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi