Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto membuat beberapa gebrakan di awal 2026. Setelah menjalin kerja sama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Nganjuk dengan mengajak warga binaan mengikuti kelompok belajar (Kejar) Paket A, B, dan C agar punya ijazah saat keluar rutan, Puguh melakukan upgrade skill guru SD dan SMP. Ratusan guru SDN dan SMPN diimbau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru di Era Artificial Intelligence (AI) dan Komunikasi Digital. Bupati Marhaen Djumadi juga diundang untuk membakar semangat para guru.
“Gunakan tunjangan sertifikasi guru untuk pengembangan diri, seperti ikut Bimtek Peningkatan Kapasitas Guru di Era Artificial Intelligence (AI) dan Komunikasi Digital,” ujar Bupati Marhaen Djumadi saat menjadi salah satu narasumber. Menurut Kang Marhaen, tunjangan sertifikasi guru adalah upaya pemerintah agar guru bisa mengembangkan diri. Harapannya, guru yang mendapat tunjangan selain gaji bulanan itu bisa ikut bimtek, pelatihan, membeli buku, hingga kuliah. Sehingga, mereka bisa mendidik siswa dengan baik dan Indonesia Emas 2045 terwujud.
Kang Marhaen mengatakan, mengikuti bimtek, pelatihan, dan banyak kuliah seperti dirinya tidak ada ruginya. Karena pendidikan itu adalah investasi berharga. “Studi banding ke luar negeri yang pendidikannya maju kalau perlu,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kadisdik Puguh Harnoto. Menurut Puguh, tunjangan sertifikasi guru harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan hanya digunakan untuk konsumtif. Karena pemberian tunjangan tersebut salah satu tujuannya untuk upgrade skill guru. “10 persen dari tunjangan sertifikasi itu harus digunakan oleh guru untuk upgrade skill,” tegasnya.
Apalagi, saat ini, pendidikan di Nganjuk mengalami penurunan kualitas akibat pandemi Covid-19 yang menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring. Banyak ditemukan siswa yang tidak bisa menjawab perkalian dasar. Padahal, dia duduk di bangku kelas VI SD dan SMP. “Saya mengibaratkan anak-anak kita ini sudah tidak ‘tidur’ lagi tetapi ‘pingsan’. Jadi, harus dibangunkan dengan effort yang sangat keras oleh guru, orang tua, dan dinas pendidikan,” tandas Puguh.
Upgrade skill guru menurut Puguh adalah salah satu upaya membangunkan siswa yang pingsan tersebut. Dengan memanfatkan AI dan komunikasi digital, dia berharap, siswa yang ‘pingsan’ bisa segera ‘sadar’. Sehingga, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 terwujud.
Sementara itu, Wiko Wahyu, salah satu peserta Bimtek tentang Peningkatan Kapasitas Guru di Era AI dan Komunikasi Digital mengatakan, bimtek yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk kerja sama Jawa Pos Radar Kediri sangat bermanfaat bagi guru. Karena AI dan komunikasi digital tidak bisa dihindari. “Sebagai guru, kami sudah menggunakan AI. Termasuk, saat membuat materi dan soal untuk KBM,” ujarnya.
Guru SDN 5 Sonoageng ini berharap, bimtek semacam ini sering digelar. Karena bimtek bisa meningkatkan skill guru tentang penggunaan AI. “Banyak sekali manfaatnya ikut bimtek ini,” ujarnya. (wib/tyo)
Sementara itu, hari ini (7/5) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk akan menggelar upacara hari pendidikan nasional (Hardiknas). Upacara Hardiknas tersebut akan berlangsung di Alun-Alun Nganjuk pada pukul 07.30 WIB. “Upacara Hardiknas akan dihadiri oleh keluarga besar Disdik Nganjuk, siswa, hingga guru,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto.
Lebih lanjut Puguh menjelaskan, upacara hardiknas sebelumnya dijadwalkan digelar pada 2 Mei. Namun upacara tersebut terpaksa harus mundur hingga 7 Mei. Mundurnya upacara Hardiknas terjadi karena banyaknya agenda yang bebarengan pada 2 Mei lalu. Salah satunya adalah agenda kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang sebelumnya dijadwalkan pada 2 Mei. “Upacara Hardiknas baru bisa digelar besok (Hari ini, Red),” tambahnya. (wib)
Editor : Karen Wibi