RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Wajah dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk dipastikan semakin moncer. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., meresmikan langsung hasil program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2025 di Kota Angin, Sabtu (16/5/2026) lalu. Tidak hanya meresmikan program yang sudah berjalan, kedatangan menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto ini sekaligus menandai lampu hijau rencana kelanjutan revitalisasi untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan akbar tersebut dipusatkan di SMP Negeri 4 Nganjuk, yang merupakan salah satu sekolah penerima manfaat program tersebut. Peresmian ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah. Tampak hadir di lokasi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
Kedatangan rombongan menteri disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, S.STP., M.M., Kepala SMPN 4 Nganjuk, Minarti, S.Pd., M.Pd., serta jajaran kepala sekolah dan guru penerima bantuan revitalisasi se-Kabupaten Nganjuk.
Kepala SMPN 4 Nganjuk, Minarti, S.Pd., M.Pd., mengaku sangat bangga dan mengapresiasi penunjukan sekolahnya sebagai pusat lokasi peresmian. Menurutnya, program revitalisasi dari pemerintah pusat ini membawa dampak yang luar biasa signifikannya terhadap peningkatan kualitas sarana belajar mengajar.
“Dengan adanya revitalisasi ini, fasilitas sekolah menjadi jauh lebih representatif. Ini tentu sangat mendukung proses belajar mengajar dan memberi suntikan semangat baru, baik bagi siswa maupun para tenaga pendidik,” ungkap Minarti dengan nada optimistis.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program skala nasional. Tujuannya jelas, untuk memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman. Khusus di Kabupaten Nganjuk, program ini sukses menyasar 66 lembaga pendidikan lintas jenjang sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Nganjuk Sosialisasi Bahaya Narkoba
“Program ini merupakan salah satu atensi dan perhatian besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. *Insya Allah*, tahun ini (2026) jumlah sekolah yang direvitalisasi akan terus bertambah,” tegas Abdul Mu’ti di hadapan para undangan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, merinci secara detail sebaran 66 lembaga penerima manfaat tersebut. Berikut adalah data sebaran revitalisasi sekolah di Nganjuk. Yakni PAUD 9 Lembaga, Sekolah Dasar (SD) 36 Lembaga, SMP 10 Lembaga, SMP 4 Lembaga, SMK 5 Lembaga, SLB & SKB masing-masing 1 Lembaga.
Baca Juga: Rumah Lansia Lengkong Lor Terbakar
Puguh menambahkan, intervensi anggaran dari pusat ini menjadi angin segar bagi daerah untuk menuntaskan masalah infrastruktur pendidikan.
“Revitalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan Bapak Presiden agar semua sekolah di Indonesia, termasuk di Nganjuk, tidak ada lagi yang kondisinya rusak,” jelas mantan Camat Berbek tersebut.
Baca Juga: Mendidik Nusa: Potret Kecerdasan dan Perjuangan Pendidikan di NTT
Di akhir arahannya, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa pembenahan gedung dan fasilitas fisik hanyalah langkah awal. Tantangan dunia pendidikan ke depan jauh lebih kompleks seiring dengan masifnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.
Menuju 100 tahun Indonesia Merdeka (Indonesia Emas 2045), dunia pendidikan dituntut bergerak lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan kualitas.
Baca Juga: SMP Islam Baitul Izzah Sambut SMK Ungku Aziz Malaysia, Jalin Kerja Sama Pendidikan Internasional
“Kemampuan akademik saja sekarang tidak cukup. Harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat serta kemampuan siswa untuk beradaptasi dengan perubahan zaman,” pungkasnya.
Editor : rekian