Siswa Miskin Dapat Jatah Kursi 20 Persen, SPMB SMPN Jalur Afirmasi Mulai Hari Ini
Karen Wibi• Senin, 8 Juni 2026 | 19:15 WIB
Siswa Miskin Dapat Jatah Kursi 20 Persen, SPMB SMPN Jalur Afirmasi Mulai Hari Ini
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP di Kabupaten Nganjuk terus berlanjut. Hari ini (8/6) SPMB mulai kembali dibuka untuk jalur afirmasi. Total kuota yang disediakan untuk jalur siswa miskin tersebut mencapai 20 persen dari pagu sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan, SPMB SMPN jalur afirmasi akan dibuka selama dua hari. Yakni, hari ini (8/6) dan besok (9/6). “Calon siswa baru bisa mendaftarkan diri secara online,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Jalur afirmasi sendiri diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu atau miskin. Nantinya, calon siswa baruyang ingin mendaftar wajib menyertakan beberapa bukti pendukung. Salah satunya yakni melampirkan kartu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari sekolah. Selain itu, calon siswa baru juga wajib menyertakan surat keterangan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. “Calon siswa baru juga wajib menyertakan kartu keluarga (KK) dan surat keterangan titik koordinat yang ditandatangani oleh lurah atau kepala desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Puguh, kuota yang disediakan untuk jalur afirmasi lebih sedikit dibanding dengan jalur prestasi. Sebelumnya, jalur prestasi mendapat jatah mencapai 30 persen dari total kursi. Sedangkan, untuk jalur afirmasi hanya mendapat jatah 20 persen.
Nantinya proses pendaftaran akan sama seperti pada jalur prestasi. Calon siswa hanya perlu mendaftarkan diri secara online. Setelah itu panitia SPMB akan melakukan seleksi administrasi. Jika berkas sudah lengkap, calon siswa akan masuk ke proses perankingan.
Untuk perankingan, menurut Puguh, ada tiga hal yang akan dijadikan acuan. Pertama adalah jarak tempat tinggal yang terdekat dari sekolah, usia, dan terakhir adalah waktu pendaftaran. “Jalur afirmasi, mutasi, dan domisili akan menggunakan tiga acuan tersebut. Perbedaan hanya ada di jalur prestasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sabtu (6/6), calon siswa baru yang diterima di jalur prestasi telah melakukan daftar ulang. Saat ini, Disdik Nganjuk sedang merekap siswa yang tidak melakukan daftar ulang meski sudah diterima di sekolah tujuan. (wib/tyo)