
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Banyak manfaat yang bisa didapat oleh siswa yang mengikuti Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) Radar Kediri 2026. Salah satunya sebagai try out tes kompetensi akademik (TKA).
Kepala SDN 1 Berbek Ernawati Setyorini melalui guru kelas Andik Wibowo menjelaskan, KKA yang diadakan oleh Jawa Pos Radar Kediri mampu membuat kemampuan siswa jadi terasah. “Anak-anak bisa mempersiapkan TKA dengan mengikuti KKA terlebih dahulu,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Apa yang dikatakan oleh Andik bukan bualan semata. Dia sudah membuktikan. Sejak dua tahun terakhir, dirinya selalu mengikutkan puluhan murid-muridnya untuk mengikuti KKA.
Hasilnya? Saat TKA, nilai siswa yang mengikuti KKA lebih tinggi dibanding siswa yang tidak mengikuti KKA.
Hal itu yang membuat Andik kembali mengajak anak asuhnya untuk mengikuti KKA. Hasilnya, hingga kemarin (20/7), sudah ada 18 siswa yang mengikuti KKA. Jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah di kemudian hari. “Sudah ada 18 yang mendaftar. Seperti akan ada tambahan belasan lagi yang mendaftar,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Andik, masih banyak manfaat lain bagi siswa yang mengikuti KKA. Salah satunya adalah mengasah kemampuan dalam berkompetensi. Karena menurutnya, kemampuan dalam berkompetensi akan sangat bermanfaat di dunia luar. “Siswa tidak boleh jago kandang. Mereka harus tahu bagaimana kemampuan anak-anak di luar sana,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia KKA Radar Kediri 2026 Endro Purwito menjelaskan, KKA yahg bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar Neutron Yogyakarta siap memberikan ruang bagi siswa yang ingin berkompetisi di bidang akademik. Tujuan utamanya adalah untuk mengajak siswa lebih siap menghadapi tes kompetensi akademik (TKA).
Lewat program KKA ini, siswa nanti diharapkan bisa mengetahui kemampuan akademiknya. Karena itu, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi bintang kelas tapi juga semua siswa yang akan menghadapi TKA dan berencana melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Karena itu, kompetisi akan ini digelar pada awal September mendatang. “Untuk peserta dari Nganjuk, masuk pada region 2 bersama Kabupaten dan Kota Blitar,” ujarnya. (wib/tyo)