NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemandangan tidak biasa terjadi di seluruh sekolah di Kabupaten Nganjuk pada Senin (13/7). Karena para orang tua atau wali murid berbondong-bondong mengantar siswa untuk masuk di hari pertama sekolah.
Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di SDN 1 Ganungkidul. Pagi kemarin, sejak pukul 06.00 WIB, puluhan orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Bahkan para orang tua tersebut tidak hanya bertugas untuk mengantar anak ke sekolah. Melainkan juga menunggu hingga seluruh kegiatan selesai.
Kepala SDN 1 Ganungkidul Mariati mengatakan, kegiatan mengantar anak ke sekolah merupakan hal yang wajar. Namun khusus untuk anak kelas 1, orang tua diperbolehkan untuk menunggu selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung. “Banyak orang tua yang masih merasa gemas dengan anak-anaknya. Jadi mereka mau menunggu sampai anak-anak pulang,” ujarnya sembari mengatakan MPLS akan berlangsung selama lima hari.
Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para orang tua di sekolah. Mulai dari menunggu di luar ruang kelas, berbincang bersama orang tua lainnya, hingga menyiapkan seluruh keperluan sang anak. “Anak-anak butuh adaptasi dari TK ke SD. Orang tua hadir untuk membantu adaptasi tersebut,” tambahnya.
Pemandangan serupa juga terjadi di SMAN 1 Nganjuk. Sejak pagi, puluhan orang tua sudah mengantarkan anak-anaknya untuk mengikuti MPLS. Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono menerangkan, anjuran untuk mengantar anak ke sekolah bahkan langsung dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. “Ada imbauan kepada orang tua, khususnya ayah, untuk mengantar anak di hari pertama sekolah,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, menurut Sugiyono, kegiatan mengantar anak bisa membawa dampak yang positif. Tidak hanya bagi sang anak. Melainkan juga kepada orang tua. Dengan ikut mengantar anak, orang tua diajak untuk aktif hadir dalam kehidupan anak. “Anak-anak kelas X juga masih belum diperbolehkan membawa kendaraan bermotor sendiri,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan MPLS akan berlangsung selama sepakan ke depan. MPLS itu sendiri ditujukan kepada siswa baru di jenjang TK, SD, hingga SMP. Sedangkan untuk siswa lama, mereka langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasanya. “Anak-anak sangat antusias kembali belajar setelah libur sekitar tiga minggu,” ujarnya. (wib)
Editor : Karen Wibi